Jakarta, CNN Indonesia --
Polisi dihalangi massa saat hendak menangkap pelaku nan masuk daftar pencarian orang (DPO) kasus pemalak di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung.
Petugas apalagi dilempari batu nan hendak meringkus pelaku di letak pesta pernikahan itu. Rekaman peristiwa itu pun viral di media sosial.
Kapolres Lampung Tengah AKBP Charles Pandapotan Tampubolon mengatakan peristiwa nan viral itu terjadi pada Selasa (2/6) lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelaku merupakan residivis kasus pemalak nan sudah lama menjadi sasaran pencarian. Saat personil mendapatkan info keberadaannya di letak tersebut, petugas langsung bergerak untuk melakukan penangkapan," kata Charles, Kamis (4/6) dikutip dari detikSumbagsel.
Dalam rekaman video nan beredar, terlihat sejumlah penduduk mengerumuni petugas nan hendak melakukan penangkapan. Situasi kemudian memanas hingga terjadi tindakan saling sorong di tengah keramaian pesta.
Charles Dia menerangkan DPO terduga pelaku pemalak nan bakal ditangkap itu memang sudah lama diburu polisi.
Namun, proses penangkapan tidak melangkah mulus.
Menurut Charles, sejumlah penduduk berbareng family pelaku justru menghalangi petugas nan sedang menjalankan tugas.
"Ada masyarakat nan menghalangi proses penangkapan. Bahkan personil diserang dengan lemparan batu dan bangku sehingga pelaku sukses melarikan diri," ujarnya.
Akibatnya, beberapa personil kepolisian mengalami luka akibat terkena lemparan barang keras.
DPOitu kemudian sukses kabur di tengah kericuhan di letak hajatan. Dia menerangkan saat ini polisi tetap melakukan pengejaran terhadap DPO tersebut.
Selain itu, interogator juga mendalami dugaan adanya pihak-pihak nan sengaja menghalangi proses penegakan norma saat penangkapan berlangsung.
Charles menjelaskan, DPO nan hendak ditangkap itu merupakan tersangka kasus pemalak bersenjata tajam.
Dalam kasus pemalak itu, polisi telah mengantongi bukti keterlibatan pelaku, termasuk rekaman CCTV nan memperkuat penyidikan.
"Pelaku melakukan aksinya menggunakan senjata tajam. Bukti CCTV sudah ada dan nan berkepentingan memang sudah lama kami cari," jelasnya.
Baca buletin lengkapnya di sini.
(kid/wis)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·