Bahlil ke Calon Ketum Kosgoro La Ode & Sari: Silakan Bertanding untuk Bersanding

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Momen Ketum Golkar Bahlil Lahadalia tertawa imbas disambut lagu MBG di Mubes V Kosgoro 1957. Foto: YouTube/ Kosgoro 1957

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia berpesan kepada dua calon Ketua Umum Kosgoro 1957, Sari Yuliati dan La Ode Safiul Akbar, agar menjaga persatuan organisasi meski bersaing dalam Musyawarah Besar (Mubes) V Kosgoro 1957.

Hal itu disampaikan Bahlil saat memberikan sambutan dalam pembukaan Mubes V Kosgoro 1957 di area Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (5/6). Bahlil menekankan pentingnya kejuaraan nan sehat demi menjaga soliditas organisasi setelah pemilihan usai.

“Tapi saya pengin Ibu Sari maupun La Ode, Kosgoro nan sudah begini bagus, kudu kalian punya jiwa besar. Jiwa besar nan saya maksudkan adalah silakan bertanding, tapi untuk bersanding,” kata Bahlil.

“Karena tidak ada organisasi nan dahsyat tanpa ada kekompakan. Nggak ada, belum ada saya menemukan sebuah organisasi nan lahir dan besar untuk mencapai tujuannya tanpa ada kerjasama dan kerja sama nan baik, belum ada,” lanjutnya.

Bahlil menilai kedua kandidat mempunyai kapabilitas nan baik untuk memimpin Kosgoro. Karena itu, dia meminta seluruh peserta mubes menentukan pilihan secara objektif demi kemajuan organisasi.

“Dua-dua ini kader bagus, dua-dua ini adalah orang nan saya sangat kenal. Persoalan bagaimana, lihatlah nan terbaik. Tapi saya tahu kok dari tepuk tangan tadi saya lihat, ya,” ujarnya.

“Loh saya ini bukan, saya lihat tepuk tangan gitu loh. Tapi jika di HIPMI, tepuk tangan belum tentu suaranya banyak. Apalagi Pak Agung paling tahu gitu kan,” sambung dia.

Bahlil juga mengingatkan bahwa menjadi pemimpin organisasi tidak lepas dari kritik maupun tekanan. Menurut dia, perihal tersebut merupakan akibat nan kudu diterima setiap ketua umum.

“Tadi nan Pak Dave (Dave Laksono, Ketua Umum Kosgoro 1957) bilang gergaji kosong itu, gergaji angin itu. Pak Dave, sejak kita ditakdirkan untuk memimpin sebuah organisasi, organisasi apa saja, ketika kita menjadi ketua umum, maka di situlah telah kita mewakafkan diri untuk dilakukan gergaji angin. Iya, dan di Golkar ini pun gergaji angin lebih kencang, Pak Dave, gitu,” ujar Bahlil.

Ia mengaku memahami dinamika kejuaraan organisasi lantaran pernah mengalami kekalahan maupun kemenangan dalam proses pemilihan.

“Dan saya sebagai kader Golkar nan pernah merasakan ikut kompetisi, pernah kalah, pernah menang, biasa aja. Biasa aja,” kata dia.

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia saat aktivitas Mubes V Kosgoro 1957 di area Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Karena itu, Bahlil meminta kedua kandidat tidak larut dalam persaingan nan berlebihan. Ia apalagi menyarankan agar keduanya duduk berbareng dan berkomunikasi secara baik.

“Jadi Ibu Sari, Pak La Ode, jika tidak merasa emosi nan dulu saya kalah, mendingan kalian duduk separuh kamar, bicara baik-baik. Duduk bicara baik-baik, ya kan? Daripada tarik sana. Udah di sana, sana, begini, begini. Datang lagi tim sukses, ‘Eh, Bos, di sana sudah begini, Bos.’ Diayun peralatan ini. Terakhir, nan sukses bukan kandidat, tim sukses nan sukses,” ujarnya.

Bahlil kembali menegaskan bahwa baik Sari maupun La Ode sama-sama mempunyai support kuat di arena mubes.

“Dan saya percaya dua-dua ini adalah orang nan sangat kok kenapa jika saya bilang Ibu Sari suaranya lebih kencang, kenapa ya? Pak La Ode juga kencang tadi kok, jadi sama-sama kencang peralatan ini,” kata Bahlil.

“Menurut catatan nan disampaikan oleh Pak Levi kepada saya, bunyi itu ada berapa? 45, Pak. Total nan punya bunyi berapa? 48? Oh, 48 ya? Ya sudah lah, Anda atur baik-baik lah. nan krusial saya minta ya kalian kompak deh. Setelah jadi, di antara kalian sudah selesai itu, kita duduk ngobrol bareng-bareng,” sambung dia.

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dan Ketua Umum Kosgoro 1957 Dave Laksono di area Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Sementara itu, Ketua Umum Kosgoro 1957 Dave Laksono mengatakan Mubes V Kosgoro 1957 menjadi momentum pergantian kepemimpinan organisasi untuk periode berikutnya.

Ia mengungkapkan, dalam Mubes V Kosgoro terdapat dua bakal calon nan bakal memperebutkan bangku ketua umum organisasi tersebut.

“Di Mubes ini ada dua bakal calon ya nan bakal merebut posisi ketua umum berikutnya,” ujarnya.

Dave juga menyampaikan rasa syukur lantaran telah menuntaskan masa kepemimpinannya selama lima tahun terakhir.

Ia berambisi siapa pun nan terpilih nantinya dapat melanjutkan program organisasi sekaligus membawa Kosgoro menjadi lebih kuat.

“Alhamdulillah saya sudah menyelesaikan perjalanan nan cukup baik selama 2021 hingga 2026. Insyaallah siapa pun nan terpilih di Mubes ini bakal terus melanjutkan dan apalagi menjadi lebih baik untuk membangun Kosgoro lebih kuat, lebih solid ke depannya,” pungkas Dave.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan