Polisi: Belum Ada Indikasi Pengeroyok Warga Pejompongan Mengarah ke Ormas

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta -

Polda Metro Jaya telah mengidentifikasi dua orang terduga pelaku pengeroyokan nan menewaskan Bambang Setiawan, penduduk Pejompongan, Jakarta Pusat dalam kerusuhan 27 Agustus 2026. Hasil penyelidikan sementara, polisi belum menemukan indikasi pelaku merupakan personil organisasi masyarakat (ormas).

Hal itu disampaikan oleh Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menjawab pertanyaan wartawan soal spekulasi nan beredar menyebut bahwa pelaku pengeroyokan merupakan personil ormas.

"Kami belum menemukan adanya indikasi bahwa pelaku ini adalah merupakan personil organisasi tertentu," kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin, Rabu (2/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iman menyampaikan dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi belum ada keterangan nan mengarah kepada keterlibatan personil ormas dalam peristiwa pengeroyokan maut tersebut.

"Ini keterangan kami peroleh dari saksi-saksi nan sudah kami mintai keterangan, sehingga kami juga membujuk mari sama-sama semua pihak nan berada di media sosial beropini untuk menghentikan agar tidak membikin masyarakat menjadi bingung," ungkapnya.

Polisi Buru Pelaku

Sebelumnya, Polda Metro Jaya merilis wajah dua terduga pelaku pengeroyokan nan menewaskan penduduk berjulukan Bambang Setiawan di Pejompongan, Jakarta Pusat. Kedua terduga pelaku tersebut saat ini tengah diburu polisi.

"Saat ini interogator sedang melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku nan melakukan dugaan tindak pidana penganiayaan alias pengeroyokan nan mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang," kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin.

Polisi telah memeriksa 14 orang saksi untuk mengusut sejumlah peristiwa dalam tindakan tersebut. Pemeriksaan saksi berangkaian dengan pengeroyokan dan perusakan akomodasi umum berupa CCTV.

"Penyidik telah melakukan pengambilan keterangan kepada 14 orang saksi di mana para saksi telah memberikan keterangan dalam satu peristiwa norma nan terjadi dan menjelaskan peristiwa perusakan terhadap akomodasi publik maupun fakta-fakta norma nan berangkaian dengan dugaan penganiayaan nan mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang sebagaimana nan diketahui oleh para saksi," ungkapnya.

Iman menjelaskan ciri-ciri bentuk terduga pelaku pengeroyok berasas mahir sketsa wajah. Ada dua orang nan diduga mengeroyok korban.

"Terduga 1: Seorang laki-laki diperkirakan berumur 30 sampai 40 tahun, corak wajah oval, alis tipis, bibir tebal, hidung pendek, bola mata berwarna hitam, dan warna kulit cokelat," kata Iman.

Sementara itu terduga 2 digambarkan dengan ciri-ciri bentuk antara lain laki-laki berumur sekitar 30-40 tahun.

"(Terduga 2) corak wajah kotak, hidung pesek, bibir bawah tebal, terdapat kumis dan janggut, bola mata berwarna hitam, dan warna kulit cokelat," imbuhnya.

(rdh/mea)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News