Dalam sosialisasi tersebut, Joko mengimbau orang tua dan penduduk agar lebih aktif mengawasi penggunaan media sosial oleh anak-anak mereka.
"Langkah ini krusial guna menyaring informasi, mencegah penyebaran konten provokatif, serta memutus potensi rayuan tawuran nan kerap dikoordinasikan lewat platform digital," ucap dia.
Selain antisipasi tawuran, Ditpamobvit Polda Metro Jaya juga mengingatkan penduduk untuk mewaspadai ancaman peredaran obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda.
Joko juga menyebut masyarakat diminta tidak ragu untuk segera melapor kepada pihak berkuasa andaikan menemukan aktivitas nan mencurigakan di lingkungannya.
Dia menegaskan, upaya menciptakan situasi Jakarta nan kondusif tidak dapat bertumpu pada kepolisian semata, melainkan memerlukan komitmen dan kerja sama dari seluruh komponen masyarakat.
"Kami berambisi warga, tiga pilar, tokoh agama, dan tokoh masyarakat dapat terus bersinergi dalam menjaga keamanan lingkungan. Dengan kepedulian bersama, potensi tawuran dan penyalahgunaan obat terlarang dapat dicegah sejak dini," kata dia.
"Melalui program Jaga Jakarta, Polda Metro Jaya berkomitmen untuk terus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga warga, menjaga lingkungan, menjaga aturan, dan menjaga amanah demi terwujudnya situasi ibu kota nan aman, tertib, dan kondusif," tutup Joko.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·