Polda Riau dan Avsec Gagalkan 5 Kg Sabu yang Akan Dikirim ke Lombok

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta -

Tim campuran Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau dan petugas Aviation Security (Avsec) menggagalkan upaya penyelundupan sabu di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru. Dalam dua hari berturut-turut, tim campuran menangkap 4 tersangka dengan peralatan bukti total 5 kilogram sabu.

Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Pol Putu Yudha Prawira mengatakan kasus tersebut diungkap dalam rangkaian operasi pada 9-10 April 2026. Pengungkapan berasal dari temuan Avsec terhadap sejumlah penumpang nan membawa peralatan mencurigakan.

"Petugas Avsec menemukan beberapa penumpang dengan peralatan diduga narkotika jenis sabu, kemudian berkoordinasi dengan tim kami untuk penanganan lebih lanjut," kata Kombes Putu di Pekanbaru, Selasa (14/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengungkapan bermulai saat petugas Avsec mengamankan laki-laki inisial MJ (24) nan kedapatan menyelundupkan 8 balut sabu dengan berat 2 kilogram, pada Kamis (9/4). Di hari nan sama, petugas kembali mengamankan 2 laki-laki berinisial WHM (31) dan RS (26), penduduk Sumatera Barat, dengan peralatan bukti 10 balut sabu seberat sekitar 2,03 kilogram.

Selanjutnya, pada Jumat (10/4), petugas kembali menggagalkan upaya serupa dengan mengamankan seorang laki-laki berinisial BY (31), penduduk Aceh Utara, dengan peralatan bukti lima balut sabu seberat sekitar 980 gram. Total peralatan bukti dari empat tersangka mencapai sekitar 5 kilogram.

"Dari hasil pemeriksaan awal, para pelaku mengaku diperintahkan oleh pihak berbeda untuk mengantarkan paket tersebut ke Lombok," ujarnya.

MJ mengaku diperintah oleh seseorang nan dipanggil 'Abang' (DPO). Sementara WHM dan RS mengaku mendapatkan order dari sosok berinisial O, sedangkan BY diperintah oleh seseorang berinisial R.

Berdasarkan hasil interogasi, MJ mengaku menerima sabu di Bireuen pada 4 April 2026 dan membawanya ke Pekanbaru sebelum hendak diberangkatkan ke Lombok. Sementara WHM dan RS sempat membawa sabu dari Pekanbaru ke Bukittinggi lantaran terkendala tiket, sebelum kembali ke Pekanbaru untuk keberangkatan.

"WHM mengaku telah beberapa kali menjadi kurir dengan hadiah sekitar Rp50 juta per kilogram," imbuhnya.

Adapun BY mengaku menerima sabu dari suruhan R di Pekanbaru, kemudian membaginya menjadi beberapa paket dan menyimpannya dalam koper sebelum menuju bandara. Ia dijanjikan bayaran sekitar Rp50 juta serta telah menerima duit jalan sekitar Rp10 juta.

Polda Riau saat ini tetap melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan peredaran narkotika tersebut, termasuk menelusuri pihak-pihak nan diduga sebagai pengendali.

"Kami bakal terus melakukan pendalaman dan pengembangan guna mengungkap jaringan nan terlibat," pungkas Kombes Putu.

(mea/fas)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News