Jakarta, CNN Indonesia --
Polda Metro Jaya menyebut hasil ekshumasi terhadap jenazah laki-laki berjulukan Sutrimo, sosok nan disebut mantan pekerja di rumah eks Jampidsus Febrie Adriansyah, telah keluar.
"Untuk hasil, sejauh ini sudah keluar dan sudah dikoordinasikan dari interogator kepada tim master forensik medikolegal nan menangani pada saat penyelenggaraan ekshumasi ini," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Rabu (16/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi menyebut dalam waktu dekat interogator Ditreskrimum Polda Metro Jaya bakal menyampaikan hasil ekshumasi itu kepada publik. Kendati demikian, dia belum memastikan kapan hasil ekshumasi Sutrimo diumumkan publik.
"Dalam waktu dekat pasti bakal disampaikan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum," ucap dia.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya melakukan proses ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah pada Rabu (12/8).
Ekshumasi dilakukan sebagai bagian dari proses investigasi untuk memperoleh bukti medis dan ilmiah guna mengungkap penyebab kematian almarhum.
"Pelaksanaan ekshumasi hari ini merupakan bagian dari proses penyidikan. Kegiatan ini terlaksana melalui kerjasama Polda Metro Jaya dengan Polda Jawa Tengah dan Polresta Banyumas," kata Budi dalam keterangannya.
Dalam proses penyidikan, polisi juga telah memeriksa 27 saksi untuk dimintai keterangan mengenai kasus kematian misterius laki-laki berjulukan Sutrimo.
Secara rinci 27 saksi itu ialah dua pengemudi ambulans P3D, dua pengemudi ambulans nan menjemput korban dari TKP ke Rumah Sakit Muhammadiyah, dua pengemudi ambulans nan mengantar dari Rumah Sakit Muhammadiyah ke Banyumas, satu pengemudi ambulans.
Kemudian, tiga orang dari pihak rumah sakit terdiri atas dua petugas keamanan dan satu orang dokter, dua petugas pemandi jenazah, tujuh saksi di sekitar letak kejadian, tiga orang family almarhum, satu orang kawan almarhum, satu perangkat desa, serta tiga pihak mengenai laporan di Bareskrim Polri.
Budi menyebut saat ini interogator tetap menunggu hasil laboratorium forensik. Termasuk pemeriksaan jaringan, DNA, dan unsur nan ditemukan.
Di sisi lain, eks Jampidsus, Febrie Adriansyah telah membantah info nan menyebut bahwa Sutrimo berstatus sebagai kepala rumah tangga (Karumga).
Firman Wijaya, salah satu tim kuasa norma Febrie menyebut Sutrimo lebih banyak bekerja menjaga rumah kosong dan tinggal di sana. Sutrimo juga sering pulang kampung alias mengambil pekerjaan lain sehingga dia tidak terus-terusan bekerja dengan Febrie.
"Jadi posisi almarhum bukan sebagai Karumga seperti nan banyak disampaikan, namun lebih ke menjaga rumah nan kosong dan tinggal di sana," kata Firman dalam keterangannya.
(dis/wis)
6 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·