PM India di KTT BRICS: Umumkan Dana Inovasi Startup-Dorong Rantai Pasok Global

Sedang Trending 20 jam yang lalu
Perdana Menteri India Narendra Modi berpidato pada hari kedua KTT BRICS, sementara Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Tiongkok Xi Jinping, dan para pemimpin lainnya mendengarkan, di New Delhi, India, Minggu (13/9/2026). Foto: Ministry of External Affairs/Handout via REUTERS

Perdana Menteri India, Narendra Modi, membeberkan sejumlah langkah strategis ekonomi dalam KTT BRICS. Di hadapan para pemimpin dunia, Modi menekankan pentingnya empat pilar utama, meliputi ketahanan (resilience), inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan (sustainability) di tengah ketegangan geopolitik dunia nan kian meningkat.

Modi menyoroti beragam krisis mulai dari pandemi, musibah iklim, hingga gangguan rantai pasok membuktikan bahwa bumi nan saling terhubung saat ini membikin krisis tidak bisa dilokalisasi.

“Oleh lantaran itu, kita memberikan penekanan unik pada peningkatan ketahanan di dalam golongan BRICS,” kata Modi dalam pertemuan sesi terbuka personil BRICS, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (13/9).

Untuk mengantisipasi disrupsi dunia tersebut, Modi menyebut negara-negara BRICS sepakat membentuk Sistem Peringatan Dini Terpadu BRICS untuk pencegahan penyakit dan mitigasi bencana.

Selain itu, Kerangka Kerja Sama Rantai Pasok Logistik BRICS disiapkan untuk memastikan jalur logistik antarnegara menjadi jauh lebih andal dan tahan banting.

Di sektor ekonomi digital dan upaya rintisan, Modi mengumumkan pembentukan Jaringan Inkubator BRICS dan mengusulkan peluncuran Dana Inovasi Startup BRICS demi mendanai solusi upaya nan scalable.

Presiden RI Prabowo Subianto mengikuti penanaman pohon berbareng para pemimpin negara personil BRICS di area Nataraj Statue, Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden

Modi menegaskan kerja sama nan dibangun bukan sekadar urusan birokrasi, melainkan melibatkan langsung para pelaku riil di lapangan.

Komitmen tersebut turut diperluas melalui peluncuran Portal Kerja Sama UMKM BRICS untuk mempermudah akses upaya mini terhadap pengetahuan, keuangan, dan pasar baru.

“Inisiatif Portal Kerja Sama UMKM BRICS telah diambil untuk menghubungkan upaya mini dengan pengetahuan, keuangan, dan pasar baru. Untuk berbagi praktik terbaik di antara kota-kota kita, Pusat Mobilitas Perkotaan BRICS (BRICS Urban Mobility Hub) telah didirikan,” terangnya.

Ekosistem digital ini juga diintegrasikan ke sektor pertanian melalui jaringan digital nan menghubungkan AI dan teknologi geospasial langsung dengan kebutuhan petani. Di sisi lain, Modi secara tegas memperingatkan agar teknologi dan mineral kritis tidak dijadikan senjata nan justru menghalang kemajuan bersama.

“Pusat kelebihan untuk agroekologi dan pertanian regeneratif bakal memadukan kearifan tradisional dengan sains modern. Prinsip-prinsip nan dipersiapkan untuk penyesuaian suasana berbasis organisasi bakal menjadikan pengetahuan masyarakat budaya (indigenous knowledge) sebagai dasar nan krusial untuk tindakan iklim,” tuturnya.

“Kami percaya bahwa faedah dari solusi nan dikembangkan di BRICS tidak boleh hanya terbatas pada negara-negara BRICS saja. Solusi tersebut kudu dibuat dapat beradaptasi dan diakses sesuai dengan kebutuhan Belahan Bumi Selatan,” ujarnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan