Panitia Parade di Pekalongan: Kami Tak Tahu Itu Satanis, Tujuannya Hibur Warga

Sedang Trending 58 menit yang lalu
Pentagram dan Satanic Pentagram. Foto: Wikimedia Commons

Ketua Panitia Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 Mahsun tak sepakat parade dalam aktivitas tersebut disebut sebagai ritual satanis.

Ia menegaskan, meski ada ada peserta nan mengenakan kostum putih-putih dengan wajah serupa monster, peti putih dengan simbol pentagram dan penyembelihan kambing, baginya itu merupakan intermezo semata.

"Oh tidak (satanis), itu biasa saja. Artinya memang itu hanya biasa-biasa saja. Kita enggak tahu, panitia ataupun peserta, itu enggak tahu jika itu satanik dan sebagainya itu kan enggak tahu. Kita hanya tujuannya menghibur warga, menghibur masyarakat," ujar Muhson kepada kumparan, Senin (14/9).

Soal tema, dia mengungkap, tema nan ditampilkan oleh tiap kontingen memang bermacam-macam. Ia menyakini kontingen nan ramai dikaitkan dengan satanis itu tidak mengetahui jika kostum dan pagelaran mereka menyerupai ritual satanis.

"Lah kostum itu memang kostumnya semacam itu. Tapi itu temanya apa, dari pihak nan berkepentingan itu kan enggak ada tahu jika itu temanya satanik, temanya apa," ungkap Muhson.

Ia juga menegaskan, aktivitas karanval ini sudah mendapatkan izin dari pihak kepolisian dan pemerintah kabupaten. Bahkan Kapolres pun ikut datang naik ke atas panggung.

"Keramaian itu kita kan pada dasarnya sudah izin ke Polres, sudah ngasih surat ke Pemkab. Kita sudah secara manajemen kita sudah izin. Bahkan Kapolres kan datang di panggung," tutur Muhson.

Ia pun meminta masyarakat tidak memperkirakan alias beranggapan nan tidak tidak mengenai karnaval ini.

"Makanya kadang nan tidak memandang langsung di lapangan itu beda dengan nan disampaikan. Kadang itu semacam itu. Ya, kita karnaval lantaran mungkin terlalu heboh, terlalu ramai akhirnya ya mungkin muncul enggak buletin nan rasane kurang sedep, kurang enak, dan lain sebagainya," kata Muhson.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan