Sangat Realistis, Serial Drama Medis 'The Pitt' Dipuji Para Dokter Nyata dan Borong 25 Nominasi Emmy

Sedang Trending 56 menit yang lalu
Sangat Realistis, Serial Drama Medis 'The Pitt' Dipuji Para Dokter Nyata dan Borong 25 Nominasi Emmy Serial The Pitt meraih 25 nominasi Emmy Awards 2026. Simak argumen kenapa serial medis ini dipuji master nyata dan dinilai sangat realistis merefleksikan bumi medis.(IMDB)

RUANG tunggu nan padat, brankar di sepanjang koridor, hingga para master dan perawat nan berada di bawah tekanan tinggi menjadi pemandangan nan tak asing bagi bumi medis. Namun, suasana tersebut bukanlah unit darurat gawat (UGD) sungguhan, melainkan letak syuting serial televisi terkenal The Pitt.

Penggambaran nan autentik tersebut membikin The Pitt sukses memborong 25 nominasi di arena Emmy Awards. Kesuksesan serial ini tak lepas dari respons positif para tenaga medis bumi nan menilainya sebagai drama medis paling realistis nan pernah diproduksi.

"Kami akhirnya merasa divalidasi atas segala perihal nan kami lalui setiap hari," ujar Dr. Tony Cirillo, Presiden American College of Emergency Physicians.

Serial ini mengisahkan dinamika kerja staf di Pittsburgh's Trauma Medical Centre. Setiap episodenya merepresentasikan satu jam dalam kurun waktu 24 jam kerja, dengan total 15 bagian dalam satu musim. Tempo kerja nan cepat, kebisingan UGD, tuntutan tanpa henti, hingga tindakan medis pengamanan nyawa nan rumit ditampilkan secara perincian dan gamblang.

Karakter utama serial ini, Dr. Michael Robinavitch alias Dr. Robby, diperankan Noah Wyle. Aktor nan pernah membintangi drama medis ER pada pertengahan 1990-an ini bertindak sebagai produser pelaksana sekaligus bagian dari tim penulis nan melibatkan master kualifikasi resmi.

Saat menghadiri konvensi nan dihadiri lebih dari 6.000 master kedokteran darurat, Wyle mendapat sambutan hangat. "Orang-orang menghampirinya dan, berbeda dengan respons ke tokoh alias atlet nan dipuji hebat, mereka justru mengucapkan terima kasih kepadanya," tutur Cirillo.

"The Pitt lebih dari sekadar aktivitas TV nan bagus–istilah nan saya gunakan adalah validasi," tambahnya.

The Pitt turut mengangkat beragam rumor sosial dan etika, mulai dari dilema family pasien, obrolan memilukan saat menyikapi kondisi kritis, hingga ketimpangan jasa kesehatan dan tingginya biaya pengobatan di sistem kesehatan AS. Antrean panjang dan frustrasi pasien dalam serial ini juga sangat berangkaian dengan kondisi rumah sakit di beragam negara.

Dr. Fiona Hunter, Wakil Presiden Royal College of Emergency Medicine di Skotlandia, mengaku menyukai serial ini di waktu luangnya.

"Saya tidak bakal menontonnya tepat setelah selesai giliran kerja. Kita semua perlu melakukan dekompresi atas apa nan telah kita alami. Namun di antara jarak giliran kerja, saat saya mempunyai waktu luang, serial ini sangat layak ditonton dan relatable. Ini membikin saya merasa orang lain mungkin bisa memahami pekerjaan kami," ungkapnya.

Hal senada disampaikan Dr. Rob Perry, seorang konsultan di Wales Utara. "Saya pikir sangat menenangkan ketika memandang orang-orang memerankan master dan perawat dalam pekerjaan nan mirip dengan pekerjaan Anda sendiri, dan meskipun ini tidak terjadi di Inggris, mereka melakukan nan terbaik untuk memberikan perawatan terbaik nan mereka bisa," tuturnya.

Meski setiap bagian memadukan beberapa kasus trauma mendesak sekaligus, Prof. Damian Roland menilai serial ini sukses menggambarkan tantangan kesehatan nan lebih luas.

"Hampir setiap departemen darurat di bumi saat ini tidak mempunyai cukup ruang untuk menerima pasien. Ini adalah tema nan sangat umum dalam The Pitt ketika karakter utama berdebat dengan manajemen rumah sakit dan mengatakan 'Saya butuh alur nan lebih cepat, Anda tidak bisa membiarkan pasien-pasien ini begitu saja di sini' – itu masalah nan sangat umum," terangnya.

Konsultan medis serial ini nan juga seorang perawat senior NHS, Sarah Tosh, mengapresiasi penekanan kerja sama tim dalam alur cerita.

"Dalam pekerjaan saya di NHS, kami semua bekerja untuk satu sama lain dan saya suka kami merepresentasikan perihal itu di dalam acara. Di The Pitt, mereka mempunyai sedikit porsi tentang kehidupan sehari-hari para karakter, tetapi ini lebih tentang tindakan medis mereka, pasien mana nan mereka tangani, dan apa nan bakal mereka lakukan selanjutnya," kata Tosh.

Salah satu pemeran serial ini, Gerran Howell, masuk dalam nominasi tokoh pendukung terbaik di Emmy Awards atas perannya. Ia berbareng pemeran lainnya sempat mengikuti training medis kilat, termasuk latihan CPR dan penggunaan manekin.

"Saya mempunyai rasa hormat nan baru terhadap pekerjaan medis. Hal ini mungkin membikin saya sadar bahwa saya tidak tahu gimana saya bisa melakukan pekerjaan ini. Saya bakal tetap memperkuat di bumi akting," kata Howell.

Pemenang arena penghargaan Emmy Awards sendiri diumumkan pada 14 September dalam upacara puncak di Los Angeles. (BBC/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia