Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, kondisi finansial pemerintah wilayah hingga akhir Agustus 2026 tetap terjaga dengan baik.
Ia mengatakan, penilaian kondisi finansial itu terlihat dari tetap banyaknya stok kas pemerintah daera di perbankan nan senilai Rp 195,2 triliun.
"Kondisi finansial wilayah hingga 31 Agustus 2026 relatif cukup baik, mereka punya duit Rp 195,2 triliun," tegas Purbaya saat rapat kerja campuran dengan Komite IV DPD RI, Senin (14/9/2026).
Dengan nilai kesiapan biaya itu, Purbaya menganggap, pemda tetap mempunyai kapabilitas untuk terus memberikan pelayanan pembangunan nan berfaedah langsung bagi masyarakatnya.
"Sejalan dengan perihal tersebut, perlu diakselerasi untuk dieksekusi agar memberi faedah nan optimal bagi perekonomian dan kualitas jasa di daerah," kata Purbaya.
Purbaya menjelaskan, info kondisi finansial pemda ini merupakan laporan bulanan nan dia terima dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) sebagai langkah untuk memastikan, tercukupinya biaya pembangunan Pemda.
"Jadi kita di Kemenkeu walaupun TKD tahun ini dipotong, saya minta dirjen perimbangan finansial untuk memonitor kondisi finansial di wilayah dan dilaporkan ke saya bulanan," paparnya.
Dengan monitoring bulanan ini, dia menegaskan, Kementerian Keuangan dapat mengetahui data-data finansial pemda jika mulai terjadi permasalahan. Bila indikasi masalah finansial terlihat, dia mengaku bisa segera melapor ke presiden untuk memberikan kebijakan bantuan.
"Kita bakal menghadap presiden untuk perbaiki keadaan itu. Sebagai contoh Agustus pak presiden salurkan support biaya pusat ke wilayah sebesar Rp 20,5 triliun untuk daerah-daerah nan memerlukan sesuai kondisi APBD daerahnya, itu belum dihitung dalam TKD," ujar Purbaya.
"Tapi duit ke wilayah kita selalu sediakan untuk memastikan tidak ada wilayah nan terganggu. Tahun depan pun sama kita bakal monitor seperti itu," tegasnya.
Melalui sistem pengawasan finansial pemda itu, Purbaya percaya diri kondisi finansial wilayah bakal terus membaik dari waktu ke waktu.
"Tapi tolong dipesankan ke daerah, bapak-ibu jangan kebanyakan taruh duit di perbankan sehingga akibat ke ekonominya tidak terlalu terasa," tuturnya.
(arj/arj)
[Gambas:Video CNBC]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·