Jakarta - Anggota DPRD Kabupaten Serang, Ahmad Muhibbin (Ibin), meminta agar kerusakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pulau Tunda, Kabupaten Serang, segera diperbaiki. Proyek tersebut disebut sudah rusak pada 2018 alias hanya beberapa bulan setelah dipasang.
"Saya sorong untuk segera diperbaiki. Kalau tak salah itu rusak jauh sebelum saya menjadi personil DPRD," ucapnya, Rabu (13/5/2026).
Ia bakal berkoordinasi dengan beragam pihak, baik Bupati, Pemkab Serang, maupun Dinas ESDM Provinsi Banten. Ia juga bakal membahas persoalan kelistrikan di Pulau Tunda.
"Soal kerusakan bakal dikoordinasikan dengan semua pihak. Karena ini mengenai listrik, saya juga bakal berkoordinasi dengan PLN," kata Ketua Fraksi Gerindra tersebut.
Ia pun menyampaikan, pada awal tahun 2026, ada MoU antara Pemkab Serang dengan PT Metta Energi Sejahtera untuk membangun PLTS baru di Pulau Tunda.
"Ada MoU antara Pemkab dengan PT Metta, kelak saya tanya perincian kesepakatannya," katanya.
Sebelumnya, PLTS di Pulau Tunda dikeluhkan rusak. Akibatnya, listrik penduduk Pulau Tunda tidak stabil lantaran hanya mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).
Warga Pulau Tunda, Mamat (43), menyebut ketergantungan pada PLTD membikin pasokan listrik sering tidak stabil. Listrik berjuntai pada kesiapan solar nan menjadi bahan bakar utama.
"Kalau listrik mati, tower juga ikut mati. Warga jadi susah sinyal dan internet," kata Mamat kepada wartawan, Sabtu (9/5/2026).
Dia menjelaskan, dalam kondisi normal listrik biasanya menyala mulai pukul 18.00 WIB hingga 06.00 WIB. Namun belakangan, agenda penerangan kerap berubah akibat gangguan mesin dan keterbatasan stok solar.
"Kadang baru jam 11 malam sudah mati. Pernah juga lenyap magrib nyala sejenak lampau meninggal lagi lantaran trouble," ucapnya.
Meski sering tidak stabil, penduduk Pulau Tunda rutin bayar iuran listrik harian. Besaran iuran bervariasi mulai Rp 5.500 hingga Rp 15 ribu per malam, tergantung penggunaan perangkat elektronik di masing-masing rumah.
"Warga antusias bayar iuran listrik. nan krusial iurannya dipakai untuk perawatan dan kebutuhan listrik," ujarnya.
Menurut Mamat, masyarakat tetap berambisi besar terhadap perbaikan akomodasi tenaga surya nan sebelumnya pernah digunakan sebagai sumber listrik di wilayah tersebut.
"Tenaga suryanya sebenarnya tetap bagus, hanya baterai dan instalasinya nan rusak. Kalau diperbaiki, listrik bisa nyala lagi," kata Mamat.
"Warga berambisi pemerintah wilayah maupun pusat segera memberikan perhatian serius terhadap persoalan listrik di Pulau Tunda," tambahnya.
(aik/dek)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·