Feby Novalius
, Jurnalis-Kamis, 17 September 2026 |10:11 WIB

Pemerintah menegaskan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Ungaran tetap berada pada tahap eksplorasi. (Foto: Okezone.com/ESDM)
JAKARTA - Pemerintah menegaskan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Ungaran di Kabupaten Semarang dan Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, tetap berada pada tahap eksplorasi dan studi kelayakan. Pemerintah memastikan pengembangan proyek dilakukan secara berjenjang dengan memperhatikan aspek teknis, keselamatan, lingkungan, serta pelestarian area cagar budaya, termasuk Candi Gedong Songo.
Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia mengatakan sejumlah tahapan tetap kudu dilalui sebelum proyek memasuki tahap pembangunan. Setiap tahapan bakal didasarkan pada data, kajian teknis, aspek lingkungan, perizinan, dan pertimbangan sosial masyarakat.
"Pengembangan proyek saat ini tetap berada pada tahap eksplorasi dan studi kelayakan. Masih terdapat sejumlah tahapan nan kudu dilalui, dan setiap tahapan kudu didasarkan pada data, kajian teknis, aspek lingkungan, perizinan, serta pertimbangan sosial masyarakat. Eksplorasi dilakukan untuk memastikan potensi panas bumi sekaligus menilai kepantasan pengembangannya," ujar Dwi.
Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, PLTP Gunung Ungaran direncanakan mempunyai kapabilitas sekitar 55 megawatt (MW) dengan sasaran beraksi pada 2031. Sebelum pembangunan dimulai, developer perlu memastikan karakter dan potensi reservoir melalui penelitian serta eksplorasi.
Dwi menjelaskan pengeboran eksplorasi dilakukan berasas kajian pengetahuan bumi dan geofisika untuk memahami kondisi bawah permukaan sekaligus menentukan sasaran reservoir. Titik pengeboran di permukaan juga tidak selalu berada tepat di atas sumber panas bumi.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·