
Mantan Presiden Paraguay Santago Pena.
ASUNCION - Mantan Presiden Paraguay Santiago Pena ditangkap pada Jumat (6/11/2026), beberapa jam setelah dia dimakzulkan dan dilengserkan dari jabatannya menyusul krisis akibat runtuhnya Ueno Bank awal pekan ini. Pena ditempatkan dalam tahanan rumah sembari menunggu pemeriksaan nan dijadwalkan pada Sabtu (7/11/2026).
Sebelumnya, pada Kamis (5/11/2026), Pena sempat menawarkan diri untuk mengundurkan diri. Namun, parlemen menolak permohonan tersebut dan memilih tetap melanjutkan proses pemakzulan atas tuduhan pelanggaran etika. Pemakzulan ini membikin Pena kehilangan kewenangan atas bangku seumur hidup di Senat serta kekebalan norma nan biasanya diberikan kepada mantan presiden.
Pena, nan hingga tahun lampau tetap memegang saham di perusahaan induk Ueno Bank, membantah telah melakukan pelanggaran hukum.
Runtuhnya Ueno Bank membikin lebih dari separuh masyarakat Paraguay tidak dapat mengakses tabungan mereka setelah bank digital tersebut diambil alih oleh Bank Sentral Paraguay. Diperkirakan tiga juta pengguna hingga sekarang belum bisa mengakses simpanan maupun biaya pensiun mereka, nan kemudian memicu gelombang protes luas, terutama di ibu kota, Asuncion.
Dakwaan pemakzulan nan berujung pada pelengseran Pena mencakup tuduhan bentrok kepentingan, manipulasi pengawasan regulasi, pengalihan biaya pensiun, serta keterlibatan dalam upaya penutupan kasus secara kelembagaan nan melibatkan bank sentral, demikian diwartakan BBC.
Jaksa Silvia Margarita Gonzalez Vester menyatakan bahwa Pena dijadwalkan menjalani pemeriksaan pada Sabtu mengenai tuduhan penyalahgunaan kepercayaan, penyalahgunaan pengaruh, dan penggelapan dana.
21 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·