Pedas! Bos Mercedes F1 Sindir Pembalap MotoGP yang Ancam Mogok di Qatar: Geopolitik Saja Tidak Paham

Sedang Trending 1 hari yang lalu

 Geopolitik Saja Tidak Paham

Marc Marquez berbareng Jorge Martin di MotoGP Qatar 2026. (Foto: MotoGP)

SAO PAULO – Bos tim Mercedes AMG Petronas Formula 1 (F1), Toto Wolff, melayangkan kritik tajam terhadap para pembalap MotoGP terkait sikap keras mereka mengenai penyelenggaraan GP Qatar pada akhir pekan ini. Wolff menilai tindakan mogok nan diancam para pembalap serta kegaduhan media nan ditimbulkan terlampau berlebihan.

Gelaran MotoGP Qatar 2026 sendiri tetap melangkah pada 6-9 November 2026, meskipun 19 dari 22 pembalap sebelumnya sempat menandatangani surat penolakan tampil. Mereka menuntut pihak kejuaraan bertanggung jawab penuh atas segala akibat keselamatan nan mungkin terjadi di area tersebut.

Tuntutan tersebut kabarnya tidak dipenuhi, dan manajemen MotoGP justru menakut-nakuti bakal memberikan hukuman tegas hingga larangan balapan bagi nan absen. Di sisi lain, pabrikan Yamaha memilih menarik empat pembalapnya demi mematuhi kebijakan internal perusahaan mengenai perjalanan ke Timur Tengah.

1. Dukung Tindakan Tegas Pengelola Kejuaraan

Menanggapi situasi tersebut, Wolff menegaskan dukungannya terhadap F1 dan FIA nan tetap merencanakan balapan di Qatar serta Abu Dhabi pada akhir November dan awal Desember mendatang. Langkah ini tetap melangkah meski F1 sudah menyiapkan Imola sebagai opsi persediaan jika situasi memburuk.

"Stefano (Domenicali) dan Mohammed (Ben Sulayem) sudah sangat jelas menyikapi situasi ini, bahwa Formula 1 selalu mengikuti pedoman internasional, baik mengenai pembatasan perjalanan, pembatalan penerbangan, maupun peringatan dari pemerintah lokal," kata Wolff di sela-sela F1 GP Brasil 2026, dikutip dari Crash, Sabtu (7/11/2026).

Toto Wolff Toto Wolff

"Menurut saya, masukan dari pemerintah setempat itulah nan kudu menjadi referensi utama. Saya mendukung penuh langkah tersebut. Jika para pembalap nan geopolitik saja tidak tahu apa-apa mendadak angkat bicara hanya lantaran punya panggung media, itu hanya buat mencari perhatian," sentil Wolff.

Wolff menegaskan dirinya menyetujui langkah tegas nan diambil oleh manajemen MotoGP dalam menghadapi pembangkangan para pembalap. Menurutnya, keputusan untuk tampil alias tidak sepenuhnya berada di tangan perseorangan masing-masing tanpa kudu memicu dorongan kolektif nan merugikan arena balap.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑