
Slamet Uliandi. (Foto: Diktikpolri)
NAMA Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Slamet Uliandi kembali menjadi sorotan publik. Perwira tinggi Polri nan dikenal dengan julukan Kapten Jack tersebut resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyadapan terlarangan terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pihak lainnya.
Penetapan Slamet Uliandi sebagai tersangka diumumkan oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri pada Kamis, 5 November 2026. Sebelumnya, Slamet berstatus sebagai saksi dalam perkara tersebut.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol Suhermanto menjelaskan bahwa peningkatan status norma Slamet dilakukan setelah interogator menggelar perkara dan menemukan dugaan unsur perbuatan melawan hukum.
Kasus ini membikin perjalanan pekerjaan Slamet Uliandi kembali menjadi perhatian. Pasalnya, dia pernah dikenal luas ketika mendapat tugas menjemput mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo dalam penanganan kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J pada 2022.
Lantas, siapa sebenarnya Slamet Uliandi? Bagaimana riwayat pendidikan dan perjalanan kariernya di kepolisian?
1. Profil Slamet Uliandi
Slamet Uliandi merupakan perwira tinggi Polri nan mempunyai pengalaman panjang di bagian reserse, penanganan tindak pidana siber, serta pengembangan teknologi info kepolisian. Ia lahir di Jakarta pada 15 Juli 1971 dan merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1994.
Di lingkungan kepolisian, Slamet dikenal dengan julukan Kapten Jack. Namanya mulai banyak dikenal masyarakat ketika terlibat dalam penanganan kasus Ferdy Sambo nan menjadi salah satu perkara pidana paling menyita perhatian publik pada 2022.
Sebelum terseret dalam kasus dugaan penyadapan, Slamet pernah menduduki sejumlah kedudukan strategis, termasuk Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri dan Kepala Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (Kadiv TIK) Polri.
2. Riwayat Pendidikan Slamet Uliandi
Dalam sejumlah pemberitaan mengenai profilnya, pendidikan umum kepolisian Slamet Uliandi tercatat sebagai lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1994. Setelah menyelesaikan pendidikan di Akpol, dia memulai pengabdian sebagai perwira pertama Polri dengan pangkat Inspektur Dua (Ipda).
Perjalanan pendidikannya di Akpol menjadi bekal awal dalam menjalankan tugas kepolisian. Utamanya di bagian reserse dan penegakan hukum.
14 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·