Ilustrasi(Dok spesial )
PLN Enjiniring memperkuat pendidikan vokasi melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di SMK Negeri 1 Jakarta. Program tersebut mencakup peningkatan kompetensi pembimbing dan support sarana pembelajaran.
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Sekretaris Perusahaan PLN Enjiniring Anita Widyastuti kepada Kepala SMK Negeri 1 Jakarta Awalusilman. Dukungan itu diarahkan untuk meningkatkan relevansi pendidikan vokasi dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan bumi usaha, bumi industri, dan bumi kerja (DUDIKA). Salah satu konsentrasi program adalah peningkatan kompetensi pembimbing Jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL).
Pelatihan menghadirkan Dian Budhi Santoso sebagai narasumber materi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagian kelistrikan serta Prof. Herri Mulyono nan memberikan materi pendekatan pembelajaran mendalam alias deep learning dalam pendidikan vokasi. Kepala SMK Negeri 1 Jakarta Awalusilman mengatakan kompetensi K3 krusial untuk mempersiapkan siswa memasuki bumi kerja.
"Kompetensi K3 ini dapat menjadi kompetensi unggulan bagi lulusan SMK. Jadi anak-anak tidak hanya mempunyai keahlian teknis, tetapi juga memahami gimana bekerja dengan kondusif dan sesuai prosedur," ujar Awalusilman dalam keterangannya.
Menurut dia, support PLN Enjiniring juga memperkuat kompetensi pembimbing dan kualitas pembelajaran di SMK Negeri 1 Jakarta. Sekretaris Perusahaan PLN Enjiniring Anita Widyastuti mengatakan peningkatan kompetensi tenaga pendidik diperlukan agar pembelajaran tetap seuai dengan perkembangan kebutuhan industri.
"SMK mempunyai peran krusial dalam mempersiapkan generasi muda untuk memasuki Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja. Di tengah perkembangan teknologi nan semakin cepat, Bapak dan Ibu pembimbing juga perlu terus memahami dinamika serta kebutuhan industri agar kompetensi nan diberikan kepada siswa tetap relevan," kata Anita.
Selain pelatihan, PLN Enjiniring memberikan sarana pembelajaran praktik berupa peralatan KNX nan dapat digunakan siswa dalam aktivitas belajar mengajar secara berkelanjutan. Direktur Utama PLN Enjiniring Handy Wihartady mengatakan pendidikan vokasi mempunyai peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia nan kompeten dan adaptif terhadap transformasi sektor ketenagalistrikan dan energi.
"Melalui program ini, kami mau mendorong penguatan kompetensi pembimbing agar pembelajaran semakin relevan dengan perkembangan teknologi, budaya keselamatan kerja, serta transformasi menuju daya nan lebih berkelanjutan," ujar Handy.
PLN Enjiniring berambisi program tersebut dapat memperkuat kerjasama bumi industri dan lembaga pendidikan sekaligus mendukung terciptanya lulusan nan kompeten, adaptif, berkekuatan saing, dan siap memasuki bumi usaha, bumi industri, dan bumi kerja. (E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·