Pidato Prabowo di Sidang Tahunan Singgung Kewarganegaraan Ganda, Ini Alasannya

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Arie Dwi Satrio , Jurnalis-Minggu, 16 Agustus 2026 |18:35 WIB

Pidato Prabowo di Sidang Tahunan Singgung Kewarganegaraan Ganda, Ini Alasannya

Presiden Prabowo Subianto berpidato pada Sidang Tahunan di Senayan, Jakarta, 14 Agustus 2026.

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mendorong pembahasan kebijakan kebangsaan dobel terbatas sebagai bagian dari upaya pemerintah menarik kembali talenta diaspora Indonesia nan berprestasi di luar negeri.

Gagasan tersebut disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026. Pemerintah menilai Indonesia perlu mempunyai kebijakan nan bisa mempertahankan hubungan norma dengan diaspora tanpa mengabaikan kepentingan nasional.

Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso mengatakan, usulan tersebut merupakan corak kepedulian Prabowo terhadap diaspora Indonesia. Menurutnya, banyak anak bangsa berprestasi terpaksa melepas kebangsaan Indonesia lantaran tuntutan pekerjaan dan kesempatan bekerja di luar negeri.

"Negara tidak boleh lagi memaksa anak-anak bangsa nan dahsyat untuk memelihara dilema antara mengejar pekerjaan internasional dan kecintaan mereka pada Tanah Air," kata Sugiat kepada wartawan, Minggu (16/8/2026).

Sugiat menegaskan, kebangsaan dobel nan dibahas pemerintah bukan berfaedah membuka status tersebut secara bebas kepada seluruh penduduk negara. Kebijakan itu, kata dia, bakal berkarakter selektif dan ditujukan bagi talenta tertentu nan dinilai strategis bagi pembangunan Indonesia.

"Pemerintah tentu bakal merancang izin dengan mekanisasi screening ketat, uji integritas, serta penentuan tanggungjawab nan jelas tanpa mengorbankan kedaulatan alias keamanan nasional," ujarnya.

Dia mengatakan kebijakan tersebut dapat menjadi strategi untuk mengatasi persoalan brain drain alias keluarnya sumber daya manusia berbobot dari Indonesia. Talenta Indonesia nan telah mempunyai pekerjaan di bagian teknologi, riset, industri, olahraga, hingga seni diharapkan tetap mempunyai ikatan norma dengan Tanah Air.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com