Singapura Mulai Terdampak Cuaca Panas dan Kabut Asap dari Karhutla Indonesia

Sedang Trending 13 menit yang lalu

Singapura Mulai Terdampak Cuaca Panas dan Kabut Asap dari Karhutla Indonesia

Singapura Mulai Terdampak Cuaca Panas dan Kabut Asap dari Karhutla Indonesia (Foto: ChannelnewsAsia)

JAKARTA - Kondisi cuaca panas dan kualitas udara nan mulai terdampak kabut asap membikin otoritas Islam Singapura melakukan penyesuaian terhadap penyelenggaraan salat Jumat. Islamic Religious Council of Singapore (MUIS) untuk sementara mempersingkat lama khutbah Jumat mulai pekan ini.

Penyesuaian tersebut dilakukan di tengah kondisi cuaca nan semakin panas dan munculnya kabut asap di sejumlah wilayah Singapura.

"Seiring dengan cuaca nan semakin panas dan beberapa wilayah di Singapura mulai mengalami kabut asap, kami melakukan penyesuaian mini namun perlu terhadap khutbah Jumat kami," ujar MUIS dalam unggahan Instagram.

MUIS menyampaikan, perubahan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat tetap nyaman saat berkumpul dan menjalankan ibadah di tengah kondisi cuaca nan kurang bersahabat.

Biasanya, khutbah pertama mempunyai panjang sekitar enam hingga tujuh halaman. Melalui kebijakan sementara ini, materi khutbah bakal dipersingkat menjadi kurang dari empat halaman.

MUIS mengatakan kebijakan tersebut bertindak hingga ada pemberitahuan lebih lanjut. Penyesuaian lama khutbah dilakukan ketika perkiraan cuaca panas tetap berpotensi terjadi di Singapura.

Cuaca Panas dan Kabut Asap

Meteorological Service Singapore sebelumnya memperkirakan curah hujan pada paruh kedua Agustus berada di bawah rata-rata di sebagian besar wilayah Singapura. Suhu maksimum harian diperkirakan berada di kisaran 33 hingga 34 derajat Celsius dan dapat mencapai 35 derajat Celsius pada beberapa hari.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com