Data Terbaru Gempa NTT: 30 Meninggal di Manggarai Timur

Sedang Trending 12 menit yang lalu

Labuan Bajo, CNN Indonesia --

Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur merilis info terbaru korban terdampak bencana gempa bumi magnitudo 7,7 nan mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur.

Hingga Sabtu (22/8) siang, jumlah korban meninggal bumi tercatat mencapai 30 orang, sementara 643 penduduk mengalami luka-luka dan puluhan ribu jiwa terpaksa mengungsi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan info resmi pemerintah daerah, 239 orang menderita luka berat dan 404 orang lainnya mengalami luka ringan.

Bencana ini juga memaksa setidaknya 31.372 penduduk kehilangan tempat tinggal nan sekarang tersebar di 12 kecamatan.

Wilayah Kecamatan Lamba Leda Utara menjadi area terdampak paling parah dengan menyumbang nomor kematian terbanyak ialah 15 jiwa, disusul Sambi Rampas dengan enam korban jiwa, Lamba Leda dan Lamba Leda Selatan masing-masing tiga jiwa, Kota Komba dua orang, serta Elar satu orang.

Meski wilayah lain, seperti Kecamatan Borong, Rana Mese, Kota Komba Utara, Lamba Leda Timur, Elar Selatan, dan Congkar belum melaporkan korban tewas, kawasan-kawasan tersebut tetap mencatat ratusan penduduk luka-luka.

[Gambas:Video CNN]

Tim medis di lapangan juga mencatat keberadaan ratusan ibu mengandung dan golongan rentan lain nan memerlukan penanganan darurat, dengan konsentrasi penanganan luka berat menumpuk di Elar, Borong, dan Lamba Leda Utara.

Krisis kemanusiaan kian terasa nyata dari melonjaknya jumlah penduduk nan memperkuat di pengungsian. Hampir tiga perempat dari total pengungsi terkonsentrasi di dua wilayah, ialah Sambi Rampas sebanyak 13.564 jiwa dan Lamba Leda Utara mencapai 11.582 jiwa.

Sedangkan lainnya tersebar di Borong, Lamba Leda, serta Lamba Leda Selatan, nan mana sebagian besar penduduk terpaksa menumpang di rumah kerabat, posko lapangan, hingga akomodasi darurat seadanya.

Kerusakan bentuk terpantau meluas hingga mencakup 17.770 unit gedung dan akomodasi publik. Rumah penduduk nan mengalami rusak parah paling banyak berada di Lamba Leda Selatan sebanyak 2.768 unit dan Lamba Leda Utara sejumlah 2.386 unit.

Kerusakan juga menghantam puluhan sarana pendidikan, termasuk 46 sekolah di Borong dan 38 di Lamba Leda Selatan, serta merusak puskesmas, rumah ibadah, gedung pemerintah, hingga memutus ratusan ruas jalan dan jembatan nan menghalang penyaluran bantuan.

Kepala Bagian Prokopim Manggarai Timur, Jeany Wajong, menjelaskan bahwa seluruh nomor akibat musibah ini tetap terus diverifikasi seiring penyisiran tim di lapangan nan dihadapkan pada hambatan akses.

"Angka-angka ini terus kami perbarui setiap jam seiring tim tetap memetakan kerusakan di letak nan susah dijangkau," ujar Jeany Wajong saat memberikan keterangan kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (22/8) siang.

Jeany menegaskan prioritas utama penanganan musibah saat ini terfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar bagi puluhan ribu pengungsi, mulai dari pasokan makanan, air bersih, tenda kediaman layak, hingga pelayanan medis.

Di saat bersamaan, perangkat berat dikerahkan untuk membuka kembali akses jalan terputus demi memperlancar pengedaran logistik dan persiapan rekonstruksi gedung nan hancur.

(lou/chri)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional