Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Sri Agung Handayani mengungkap perkembangan penjualan Daihatsu Rocky Hybrid di Indonesia, nan mulai menunjukkan peningkatan distribusi. Model hybrid tersebut saat ini tetap didatangkan secara utuh alias completely built up (CBU) dari Jepang.
“Rocky Hybrid SPK (Surat Pemesanan Kendaraan) itu sekitar 750 ya, dari Juli (2025) sampai April (2026),” ujar Agung saat ditemui di diler Daihatsu Astra Biz Center BSD, Tangerang, Rabu (20/5).
Menurutnya, pengedaran Rocky Hybrid ke konsumen mulai meningkat pada Mei 2026. Dengan demikian antrean pemesanan kendaraan dapat berkurang dibanding sebelumnya. “Mungkin suplai terbesarnya seratusan lebih mulai di bulan ini,” katanya.
Daihatsu memperkirakan waktu tunggu alias inden Rocky Hybrid saat ini berada di kisaran satu bulan. Kondisi tersebut disebut lebih baik dibanding awal peluncuran ketika pengedaran unit tetap terbatas.
Sejak pengiriman pertama kepada konsumen pada November 2025, total pengedaran Rocky Hybrid nyaris mencapai 400 unit. Namun proses manajemen kendaraan disebut tetap memengaruhi kecepatan pengedaran lantaran status kendaraan nan tetap CBU.
“Outstanding menunggu sebulan lah ya dan lantaran CBU kan jadi proses publikasi surat-surat nan kadang lebih lama,” ujarnya.
Meski mulai mendapat respons positif pasar, Agung mengakui konsumen Daihatsu Rocky Hybrid saat ini tetap didominasi pembeli mobil kedua alias complementary buyer. Penjualan model tersebut juga tetap terkonsentrasi di kota-kota besar.
“Kalau first car buyer sedikit sekali. Lebih banyak pembeli Rocky Hybrid di Jakarta, Jabodetabek, Bandung, sama Surabaya,” kata Sri Agung.
Di sisi lain, Daihatsu juga tetap mempelajari kemungkinan perakitan lokal alias completely knocked down (CKD) untuk Rocky Hybrid. Namun hingga sekarang perusahaan belum memberikan kepastian mengenai realisasi produksi lokal model hybrid pertama pabrikan tersebut di Indonesia.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·