Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) menerima kunjungan perwakilan dari kampus luar negeri Princeton University di Orchestration Center Pertamina Digital Hub, Grha Pertamina, Jakarta, Senin (19/10/2026). Kunjungan ini dalam rangka mempelajari transformasi digital, termasuk pemanfaatan kepintaran buatan alias artificial intelligence (AI) dan teknologi baru lainnya, serta memahami peran perusahaan dalam mendukung perkembangan ekonomi digital dan penerapan teknologi di sektor daya Indonesia.
Dalam kunjungan tersebut, delegasi Princeton University berkesempatan mengenal lebih dekat Pertamina Digital Hub, termasuk peran Orchestration Center dalam mendukung pemantauan, koordinasi, dan integrasi info untuk menunjang pengambilan keputusan, mengenai aktivitas upaya perusahaan. Sebagai informasi, Princeton University adalah universitas riset swasta bergengsi nan merupakan personil golongan Ivy League, berlokasi di Princeton, New Jersey, Amerika Serikat.
Senior Vice President (SVP) Pertamina Digital Hub, Ignatius Sigit Pratopo, menjelaskan bahwa Pertamina Digital Hub memainkan peran krusial dalam aktivitas upaya operasi perusahaan sebagai enabler dalam mendukung dual growth strategy nan digulirkan perusahaan. Pertamina Digital Hub juga merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam mempercepat proses transformasi digital.
Dikatakan Sigit, ada dua aspek utama dalam transformasi digital. Pertama, pembuatan nilai (value creation) melalui pemanfaatan teknologi digital dan AI. Kedua, pengembangan kapabilitas nan mencakup tiga aspek, ialah teknologi, sumber daya manusia, dan proses bisnis.
"Keduanya menjadi bagian dari kerangka kerja kami untuk menciptakan nilai dan membangun kapabilitas nan dibutuhkan Pertamina dalam mencapai visi strategis dual growth tersebut," imbuhnya dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (22/10/2026).
Lebih lanjut Sigit menuturkan, Pertamina Digital Hub mempunyai beberapa akomodasi dengan kegunaan nan saling melengkapi. Di antaranya Orchestration Center, ialah ruang kerjasama untuk membahas beragam persoalan upaya berbareng para mahir dari unit terkait.
Kedua, Digital Factory, tempat tim Pertamina Digital Hub bekerja berbareng unit upaya untuk mengembangkan solusi digital dan AI sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan. Ketiga, Remote Surveillance Center alias pusat pemantauan, nan memungkinkan perusahaan memantau beragam info visual, termasuk rekaman CCTV dari SPBU dan akomodasi lainnya.
"Ketiga akomodasi tersebut mendukung pendekatan Pertamina Digital Hub dalam menghubungkan kebutuhan bisnis, pengembangan solusi teknologi, dan pemanfaatan info untuk membantu perusahaan mengambil keputusan secara lebih efektif," ujar Sigit.
Sementara itu, Anne Blatchford, perwakilan Princeton University, mengapresiasi transformasi digital dan optimasi AI nan diterapkan Pertamina, khususnya dalam sektor energi. Hal tersebut sejalan dengan tujuan pembangunan dan ekonomi di Indonesia.
"Kami merasa terhormat dapat berjamu ke Pertamina Digital Hub. Terima kasih atas kesempatan nan diberikan kepada kami. Kami sangat menantikan kesempatan untuk belajar dari Pertamina," ungkap Anne.
Di tempat terpisah, VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menyampaikan kunjungan nan dilakukan dari perwakilan Princeton University menunjukkan Pertamina menjadi salah satu referensi pemanfaatan teknologi.
"Kondisi geografis Indonesia nan merupakan negara kepulauan terbesar menjadikannya pola penyaluran BBM-nya termasuk nan paling kompleks di dunia. Oleh lantaran itu pemanfaatan teknologi sangat krusial untuk memastikan amanah mendistribusikan BBM bisa dijalankan dengan optimal," kata Baron.
(rah/rah)
[Gambas:Video CNBC]
47 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·