Feby Novalius
, Jurnalis-Jum'at, 06 Maret 2026 |16:06 WIB

Pertamina Pastikan Stok BBM Aman 21 Hari, Tak Akan Habis! Masyarakat Jangan Panic Buying (Foto: Pertamina Patra Niaga)
JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional saat ini dalam kondisi kondusif dan terkendali. Stok BBM nan sekitar 21 hari nan merupakan pasokan operasional secara normal dikelola dalam sistem logistik daya nasional guna menjamin kelancaran pengedaran daya ke seluruh wilayah Indonesia.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun menjelaskan, pasokan operasional dimaksud adalah pasokan BBM nan disimpan dan sudah memenuhi kapabilitas penimbunan BBM secara nasional nan bakal disalurkan kepada masyarakat, jumlah pasokan tersebut berkarakter bergerak dan terus diperbarui alias dipenuhi kembali sesuai dengan kebutuhan konsumsi daya masyarakat.
“Stok sekitar 21 hari nan dikelola Pertamina Patra Niaga merupakan stok BBM nan secara normal selalu dijaga dalam sistem logistik daya nasional. Stok ini terus dilakukan top-up/re-fill alias penambahan produk melalui produksi dari kilang domestik maupun pengadaan impor nan telah direncanakan jauh hari sebelumnya, secara rutin berkala juga dilakukan sehingga masyarakat tidak perlu cemas terhadap kesiapan BBM,” ujar Roberth, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Dia menambahkan, Pertamina Patra Niaga mempunyai sistem pengelolaan rantai pasok daya nan terintegrasi, mulai dari pengadaan minyak mentah dan produk BBM, pengolahan di kilang, transportasi, hingga pengedaran ke beragam wilayah Indonesia. Sistem ini memastikan kesiapan daya tetap terjaga dan dapat diakses masyarakat secara merata.
Menanggapi dinamika geopolitik global, termasuk perkembangan bentrok di area Timur Tengah, Pertamina Patra Niaga juga telah melakukan beragam langkah mitigasi untuk menjaga ketahanan pasokan daya nasional.
“Pertamina Patra Niaga terus memantau perkembangan situasi dunia dan telah menyiapkan beragam langkah antisipatif, antara lain melalui diversifikasi sumber pasokan minyak mentah dan produk BBM, penguatan ketahanan logistik dan distribusi, optimasi operasi kilang dalam negeri, serta peningkatan koordinasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan,” jelas Roberth.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·