PT Pertamina Patra Niaga memastikan seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pulau Flores telah kembali beraksi pascagempa bumi nan melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan sebanyak 56 SPBU alias 100 persen dari seluruh SPBU di Pulau Flores telah kembali beroperasi.
Selain itu, kondisi kelistrikan di SPBU juga telah kembali normal sehingga sebagian besar SPBU tidak lagi menggunakan genset untuk mendukung operasionalnya.
“Seluruh SPBU di Pulau Flores saat ini sudah kembali beroperasi. Ini merupakan hasil dari kerja sigap dan kolaboratif seluruh tim, mulai dari pemulihan sarana dan fasilitas, pembukaan akses distribusi, hingga penerapan skema alih suplai untuk memastikan kebutuhan daya masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Kitty melalui keterangan resmi, dikutip Sabtu (22/8).
Operasional 56 SPBU tersebut tersebar di delapan kabupaten, ialah Ngada sebanyak 6 SPBU, Manggarai 8 SPBU, Manggarai Timur 6 SPBU, Manggarai Barat 8 SPBU, Sikka 12 SPBU, Flores Timur 7 SPBU, Ende 5 SPBU, dan Nagekeo 4 SPBU.
Dengan demikian, Kitty memastikan tidak terdapat lagi SPBU nan berstatus belum operasional. Lebih lanjut, dia mengatakan pemulihan operasional SPBU dilakukan berbarengan dengan percepatan normalisasi jalur pengedaran BBM.
“Pertamina mengerahkan support armada untuk mempercepat pemulihan distribusi. Sebanyak 33 unit mobil tangki diperbantukan ke sejumlah titik terdampak, sementara support Awak Mobil Tangki juga dikerahkan dari beragam wilayah untuk memastikan aktivitas pengedaran dapat terus berjalan," jelas Kitty.
Pertamina juga terus berkoordinasi dengan beragam pemangku kepentingan, termasuk TNI, Polri, pemerintah daerah, serta konsumen industri, untuk memastikan kebutuhan daya bagi penanganan musibah dan aktivitas masyarakat dapat terpenuhi.
“Pemulihan jasa daya bukan hanya mengenai memastikan SPBU kembali buka, tetapi juga memastikan rantai pasok di belakangnya terus bergerak. Karena itu, kami bakal terus menjaga kesiapan stok, memperkuat distribusi, dan menyesuaikan pola suplai dengan kondisi lapangan sampai seluruh aktivitas daya di wilayah terdampak betul-betul kembali normal,” tutup Kitty.
13 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·