Kenaikan nilai pelumas alias oli mesin di pasaran disebut tidak lepas dari tekanan kondisi dunia nan memengaruhi rantai pasok industri. Hal ini berakibat langsung pada kesiapan bahan baku nan menjadi komponen utama produksi pelumas.
Manager Corporate Communications & Investor Relations PT Pertamina Lubricants, Kartika Tiara, mengatakan ada salah satu aspek nan memberikan akibat luas terhadap industri, termasuk sektor pelumas.
“Situasi dunia saat ini menyebabkan akibat multidimensi nan salah satunya adalah kesiapan bahan baku pelumas,” ujar Kartika kepada kumparan, Selasa (2/6/2026).
Ia menjelaskan, kesiapan bahan baku hingga dinamika pasar domestik menjadi variabel nan turut menentukan nilai jual produk ke konsumen.
“Sementara itu nilai pelumas dipengaruhi beragam faktor, antara lain kesiapan dan nilai bahan baku serta dinamika pasar domestik industri pelumas,” katanya.
Di tengah kondisi tersebut, perusahaan menyatakan tetap menjaga kualitas produk agar sesuai dengan kebutuhan pengguna kendaraan maupun sektor industri. Upaya ini dilakukan untuk memastikan performa pelumas tetap optimal.
“Namun demikian, kami selalu berupaya menjaga kualitas pelumas Pertamina sehingga dapat menjawab beragam kebutuhan masyarakat dalam berkendara maupun industri,” ucapnya.
Selain itu, Kartika konsumen juga diimbau untuk membeli produk melalui jalur resmi guna memastikan keaslian pelumas. Perawatan kendaraan secara berkala juga disebut krusial untuk menjaga keahlian mesin.
Adapun mengenai penyesuaian harga, Kartika menyebut kenaikannya tidak bertindak seragam untuk seluruh produk. “Terkait kenaikan nilai ini setiap produk berbeda, tapi rata-rata di kisaran 17 persen,” tutupnya.
8 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·