
BBM Pertalite (Foto: Okezone)
JAKARTA - PT Pertamina tetap menunggu pengarahan pemerintah mengenai rencana pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite untuk masyarakat nan masuk golongan desil 9 dan 10.
VP Corporate Communication PT Pertamina Muhammad Baron mengatakan hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan pengarahan lebih lanjut dari pemerintah mengenai kebijakan tersebut.
"Kami tetap terus menunggu pengarahan dari pemerintah mengenai perihal tersebut (pembatasan)," ujar Baron saat ditemui di Graha Pertamina, Rabu (26/8).
Meski demikian, Baron mengatakan Pertamina terus mengkampanyekan konsumsi daya secara bijak kepada masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong penggunaan BBM nan tepat sasaran sekaligus sesuai dengan spesifikasi mesin kendaraan.
"Jadi kampanye ini sebenarnya untuk kepentingan bersama, para konsumen, pemerintah dan juga Pertamina, sehingga pengguna maupun kami bisa menyalurkan daya tepat kepada para penggunanya, tepat kepada spesifikasi mesinnya gitu ya, dan juga bisa merata kepada seluruh masyarakat nan membutuhkan," tegasnya.
Sebelumnya, pemerintah memang tengah menggodok skema pembatasan penyaluran Pertalite. Kebijakan tersebut menyasar masyarakat nan masuk desil 9 dan 10, ialah golongan 20 persen masyarakat dengan keahlian ekonomi tinggi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pembahasan mengenai pembatasan Pertalite dilakukan untuk memperbaiki penyaluran subsidi BBM agar lebih tepat sasaran. Ia menilai masyarakat dengan keahlian ekonomi tinggi semestinya tidak lagi menerima subsidi BBM dari pemerintah.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·