Perkuat Perlindungan Satwa dari Karhutla

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Perkuat Perlindungan Satwa dari Karhutla Orangutan jantan dewasa berjulukan Sempurna.((Dok Instagram/@sarawaktribune))

MENTERI Kehutanan (Menhut) Raja Antoni menegaskan perlindungan satwa liar menjadi bagian krusial dalam penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Menurutnya, akibat Karhutla tidak hanya dirasakan manusia, tetapi juga satwa liar nan rentan terhadap kebakaran dan tidak dapat meminta pertolongan ketika berada dalam kondisi terancam.

“Dampak karhutla ini tidak hanya kepada manusia, tapi makhluk hidup nan lain nan kebetulan mereka adalah makhluk hidup nan vulnerable terhadap karhutla,” ujar Menhut Raja Antoni, di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 SM Padang Sugihan, Kamis (17/9).

Menhut Raja Antoni mengatakan satwa liar mempunyai keterbatasan untuk menyampaikan kondisi mereka ketika menghadapi ancaman Karhutla. Hal tersebut berbeda dengan manusia nan dapat memberikan tanda alias meminta support ketika berada dalam keadaan darurat. “Dan mereka makhluk hidup nan tidak bisa meminta tolong, ya. Meminta, memberikan aba-aba SOS dan lain sebagainya. Berbeda dengan manusia,” katanya.

Karena kondisi tersebut, Menhut Raja Antoni telah memerintahkan jejeran Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di beragam wilayah untuk turut memperkuat upaya perlindungan satwa liar di tengah penanganan Karhutla. Menurutnya, pengamanan satwa perlu melangkah beriringan dengan upaya pemadaman api.

“Saya sudah perintahkan seluruh jajaran, BKSDA, di semua balai, ya. Untuk kita berjuang memadamkan api itu penting, tapi tak kalah krusial adalah memproteksi satwa liar kita nan merupakan kekayaan nan luar biasa nan kudu kita perlindungan secara bersama-sama,” ujar Menhut Raja Antoni.

Dalam penanganan akibat Karhutla terhadap orangutan, Menhut Raja Antoni mengatakan Kemenhut berbareng lembaga mitra juga telah menyiapkan jalur pelaporan bagi masyarakat. Warga nan menemukan orangutan di desa diminta tidak memberikan makanan alias melakukan penanganan sendiri, melainkan segera menghubungi call center agar BKSDA berbareng mitra dapat melakukan penyelamatan.

Menhut Raja Antoni menambahkan penanganan satwa terdampak juga didukung sejumlah kebutuhan medis, termasuk oksigen dan nebulizer untuk membantu gangguan pernapasan. Peralatan untuk proses pemindahan serta support dari master hewan juga disiapkan untuk mendukung penanganan satwa nan memerlukan pertolongan. (Ant/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia