KRL dari Stasiun Bekasi Timur ke Cikarang Timur menjadi perjalanan pulang kerja terakhir Nurlaela. Kereta nan setiap hari membawa Nurlaela pulang dan pergi mengajar sekarang menjadi kendaraan terakhirnya menghadap Sang Ilahi.
Nurlaela menjadi salah satu korban dalam kejadian kecelakaan KA Argo Bromo dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. Banyak nan kehilangan sosok pribadi pekerja keras itu.
Nurlaela diketahui berprofesi sebagai Guru SD di Pejagan Pulogebang. Almarhumah belum lama ini menyelesaikan pendidikan S2 di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Setiap harinya, Nurlaela rutin menggunakan KRL untuk pergi mengajar. Nurlaela mengajar dari pagi sampai sore.
Tepatnya di Senin malam itu, Nurlaela tak kunjung pulang dari mengajar. Kata om Nurlaela, Mulyadi, family sudah sangat resah apalagi telepon pun tak diangkat.
"Kami sudah cemas lantaran belum pulang, ditelepon tidak angkat. Pas diangkat, orang lain. Dari pihak berkuasa bilang handphone ditemukan, tapi korban belum diketahui ada di mana," ucapnya.
Baru pada Selasa (28/4) malamnya tepat pukul 01.00 WIB, Mulyadi mendapati Nurlaela menjadi korban dalam kejadian kecelakaan kereta di Bekasi. Jenazah Nurlaela dibawa ke rumah duka di Kampung Ceger, RT 02 RW 02, Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.
"Jam satu kami baru ketemu, terus koordinasi dan jemput. Sampai rumah jam tiga pagi," katanya.
Banyak nan kehilangan sosok Bu Guru Nurlaela nan dikenal ulet. Nurlaela meninggalkan seorang anak nan sekarang duduk di bangku kelas enam sekolah dasar. Almarhumah dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga, tak jauh dari rumah duka.
Duka nan mendalam juga disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana. Kata Nahdiana, Nurlaela dikenal sebagai sosok pendidik berdedikasi.
"Kami sangat bersungkawa cita atas kepergian Ibu Nurlela, salah seorang pembimbing kami nan berdedikasi. Atas nama seluruh family besar Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta kami menyampaikan belasungkawa nan sedalam-dalamnya kepada family nan ditinggalkan. Semoga almarhumah diterima di sisi Tuhan nan Maha Esa dan family diberikan kesabaran serta kekuatan," ujar Nahdiana dalam keterangannya, Selasa (28/4).
Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan pun bakal memberikan pendampingan menyeluruh kepada family korban. Pendampingan tersebut mencakup pengurusan pemakaman, administrasi, hingga support psikososial bagi family nan ditinggalkan.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, juga menyampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turut bersungkawa atas kejadian ini. Ia menegaskan, almarhumah merupakan sosok pembimbing nan telah berkontribusi dalam mencerdaskan generasi bangsa.
"Bapak Gubernur Pramono Anung menyampaikan dukacita nan mendalam atas meninggalnya Ibu Nurlela. Beliau adalah pendidik nan berdedikasi tinggi dan telah mencerdaskan generasi penerus bangsa," kata Chico.
(whn/imk)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·