Peringati Hari Santri Nasional ke-11, Pemkab Bandung Dorong Santri Jadi Pemimpin dan Pengusaha

Sedang Trending 4 jam yang lalu
Peringati Hari Santri Nasional ke-11, Pemkab Bandung Dorong Santri Jadi Pemimpin dan Pengusaha Peringatan HSN ke-11 tingkat Kabupaten Bandung(Dok. Diskominfo Pemkab Bandung)

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Bandung mendorong sekitar 160.000 santri di wilayahnya untuk terus meningkatkan kapabilitas diri, berani tampil, dan mengambil peran strategis dalam pembangunan. Santri dinilai mempunyai potensi besar untuk mengisi beragam posisi penting, mulai dari pemimpin, pengusaha, abdi negara negara, hingga ahli di beragam bidang.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Bandung Dadang Supriatna saat menghadiri peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke-11 tingkat Kabupaten Bandung nan dirangkaikan dengan pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-48 di Lapangan Upakarti, Soreang, Kamis (22/10/2026).

Dadang menyampaikan apresiasi mendalam kepada panitia penyelenggara serta perjuangan para santri, ajengan, dan ustadz nan selama ini berkontribusi menjaga nilai-nilai keagamaan sekaligus memperjuangkan bangsa.

“Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh panitia nan telah melaksanakan peringatan Hari Santri Nasional dan MTQ ini. Tentu ada banyak pengorbanan nan telah dilakukan para santri hingga hari ini,” tuturnya.

Peran Strategis dan Resolusi Jihad

Bupati mengingatkan bahwa santri dan ustadz mempunyai peran krusial dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Salah satu tonggak sejarahnya adalah Resolusi Jihad nan dicetuskan pada 22 Oktober 1945, nan menjadi penggerak utama perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Dengan jumlah santri nan mencapai 160.000 orang, Kabupaten Bandung mempunyai potensi besar nan perlu dikembangkan untuk mendukung kemajuan wilayah dan bangsa. Dadang menekankan agar santri tidak hanya terpaku pada pengetahuan agama, tetapi juga memperluas kompetensi umum.

"Karena itu, santri diharapkan tidak hanya memperdalam pengetahuan agama, tetapi juga memperluas kompetensi agar bisa bersaing dan berkontribusi di beragam sektor. Saya percaya dari kalangan santri bisa lahir pemimpin nan sukses, pengusaha nan sukses, polisi, dan generasi nan mengabdikan diri untuk menjaga negara kita,” terangnya.

Membangun Generasi Qurani dan Legalitas Wakaf

Dadang meminta para santri untuk membangun kepercayaan diri dan aktif mengambil setiap kesempatan nan ada. Dengan bekal ilmu, akhlak, dan keterampilan, santri diharapkan bisa menjadi solusi atas beragam tantangan pembangunan di masa depan.

Peringatan HSN nan dilaksanakan berbarengan dengan pembukaan MTQ ke-48 ini juga menjadi momentum untuk memperkuat pengamalan nilai-nilai Al-Quran. Kegiatan ini diharapkan melahirkan generasi Qurani nan berprestasi, termasuk hafiz/hafizah serta qari/qariah nan bisa bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bandung juga menyerahkan sertifikat tanah wakaf secara simbolis. Langkah ini merupakan corak perhatian pemerintah wilayah terhadap legalitas aset umat. Saat ini, Pemkab Bandung tengah memproses legalisasi 10.000 sertifikat tanah wakaf untuk memberikan kepastian hukum.

Melalui rangkaian aktivitas ini, Pemkab Bandung berambisi santri terus berkembang menjadi generasi nan berakhlak, berilmu, dan berkekuatan saing. Peran aktif mereka diharapkan bisa mendorong terwujudnya Kabupaten Bandung nan lebih "Bedas" (Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis, dan Sejahtera), maju, serta berkelanjutan. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑