Ilustrasi(Dok Pexels)
PERINGATAN 100 Tahun Jam Gadang dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat hubungan diplomatik Indonesia dan Belanda melalui pendekatan sejarah, budaya, pendidikan, dan kerja sama antarmasyarakat.
Semangat tersebut mengemuka dalam Seminar Internasional berjudul “Bridging Friendship: Strengthening Indonesia–Netherlands Diplomatic Ties via Bukittinggi–Amsterdam” nan digelar di Pelataran Jam Gadang, Kota Bukittinggi, Sabtu malam (20/6).
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon menilai peringatan satu abad Jam Gadang tidak hanya krusial untuk memperkuat kesadaran sejarah dan budaya, tetapi juga mempunyai akibat strategis bagi pengembangan ekonomi, pariwisata, dan diplomasi Indonesia di tingkat internasional.
Menurut Fadli Zon, Jam Gadang merupakan simbol perjalanan sejarah Minangkabau dan kemerdekaan Indonesia nan tidak dapat dipisahkan dari beragam fase krusial perjalanan bangsa. Ia menegaskan bahwa Bukittinggi mempunyai posisi strategis dalam sejarah nasional, termasuk sebagai pusat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), sehingga identitasnya sebagai Kota Perjuangan perlu terus diperkuat melalui beragam program pembangunan dan promosi daerah.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy menegaskan diplomasi tidak hanya menjadi ranah pemerintah pusat, tetapi juga dapat diperkuat melalui diplomasi daerah, kerja sama antarkota, perguruan tinggi, organisasi budaya, dan masyarakat.
“Bukittinggi dan Amsterdam mempunyai nilai sejarah nan dapat menjadi jembatan persahabatan kedua bangsa. Kami memandang kesempatan besar untuk memperluas kerjasama di bagian pendidikan, pariwisata, kebudayaan, ekonomi kreatif, pengelolaan arsip sejarah, hingga pembangunan berkelanjutan,” ujar Vasko.
Ia menambahkan, Sumbar mempunyai beragam potensi strategis nan terbuka untuk kerja sama internasional, mulai dari sektor pariwisata, pertanian, perdagangan, pendidikan, hingga pengembangan sumber daya manusia. Menurutnya, pengalaman Belanda dalam pengelolaan air, teknologi pertanian, ekonomi hijau, dan pembangunan berkepanjangan dapat menjadi referensi krusial bagi percepatan pembangunan daerah.
Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias mengatakan seminar internasional tersebut menjadi bagian krusial dari rangkaian peringatan 100 Tahun Jam Gadang sekaligus sarana memperkenalkan peran Bukittinggi dalam sejarah Indonesia kepada bumi internasional.
“Sejarah tidak hanya untuk dikenang, tetapi juga menjadi modal untuk membangun kerja sama dan persahabatan nan lebih luas. Melalui momentum ini, Bukittinggi mau memperkuat posisinya sebagai kota berhistoris nan terbuka terhadap kerjasama global,” kata Ramlan.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Bukittinggi menawarkan sejumlah agenda kerja sama nan dapat dikembangkan berbareng mitra internasional, antara lain pengembangan arsip digital sejarah Indonesia-Belanda, penguatan jejaring penelitian, program pertukaran pelajar dan akademisi, museum digital berbasis teknologi, pengembangan ekonomi imajinatif berbasis budaya, hingga wisata sejarah.
Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen menyampaikan bahwa hubungan Indonesia dan Belanda saat ini terus berkembang secara konstruktif melalui beragam corak kerja sama nan melibatkan pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat.
Menurutnya, Bukittinggi mempunyai posisi krusial dalam sejarah Indonesia sekaligus menyimpan warisan budaya nan dapat menjadi jembatan penghubung antarmasyarakat kedua negara. “Jam Gadang menjadi simbol persahabatan nan telah menyaksikan beragam peristiwa krusial selama satu abad,” ujarnya.
Marc menilai hubungan antara Belanda dan Indonesia, khususnya dengan masyarakat Minangkabau, mempunyai fondasi kuat nan terus berkembang melalui kerjasama di bagian pendidikan, budaya, dan ekonomi. Ia berambisi hubungan tersebut semakin diperkuat melalui beragam program nan memberikan faedah nyata bagi generasi mendatang.
Seminar internasional tersebut dihadiri akademisi, peneliti, tokoh masyarakat, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan dari Indonesia dan Belanda. Forum itu menjadi ruang perbincangan untuk memperkuat pemahaman berbareng sekaligus menjajaki kesempatan kerja sama baru nan saling menguntungkan.
Melalui rangkaian peringatan 100 Tahun Jam Gadang, Pemerintah Kota Bukittinggi berbareng Pemprov Sumbar dan Kementerian Kebudayaan berambisi nilai sejarah, budaya, dan persahabatan nan melekat pada Jam Gadang dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang, sekaligus memperkuat posisi Bukittinggi sebagai salah satu kota berhistoris krusial dalam perjalanan bangsa Indonesia. (YH/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·