BMKG Nyatakan Potensi Tsunami Dapat Terjadi di Teluk Balikpapan

Sedang Trending 1 jam yang lalu
BMKG Nyatakan Potensi Tsunami Dapat Terjadi di Teluk Balikpapan Ilustrasi(Dok Pexels)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan ancaman potensi Tsunami bakal terjadi di area Pantai Timur Kalimantan dan Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur. Meskipun selama ini wilayah Kalimantan dikenal relatif kondusif dari aktivitas gempa besar dibanding area lain di Indonesia, para mahir mengingatkan bahwa ancaman tsunami tetap perlu diwaspadai, terutama di wilayah pesisir nan mempunyai karakter teluk seperti Balikpapan.

Demikian dikatakan, Kepala Stasiun Geofisika BMKG Balikpapan, Rasmid, dalam keterangannya. Ia menjelaskan, wilayah Pantai Timur Kalimantan nan mencakup Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, hingga Kalimantan Selatan mempunyai potensi terdampak tsunami dari sejumlah sumber gempa di luar wilayah Kalimantan.

Ancaman tersebut, menurutnya, dapat berasal dari aktivitas tektonik di area subduksi Utara Sulawesi, subduksi dobel Maluku, hingga area subduksi Filipina. Ketika terjadi gempa besar nan memicu tsunami di area tersebut, gelombang dapat merambat hingga mencapai pesisir timur Pulau Kalimantan.

Khusus untuk wilayah Kalimantan Timur seperti Balikpapan, Samarinda, dan Bontang, BMKG juga menyoroti potensi tsunami nan dipicu oleh longsoran bawah laut akibat gempa di jalur sesar Sulawesi. 

“Fenomena ini pernah terjadi pada sejumlah peristiwa gempa besar di Indonesia nan memicu pergerakan material dasar laut dalam jumlah besar sehingga menghasilkan gelombang tsunami,” sebutnya.

Rasmid menjelaskan, kontur dasar laut di Selat Sulawesi dan Selat Makassar mempunyai kemiringan nan curam. Ketika gempa mengguncang wilayah tersebut, tebing bawah laut dapat runtuh dan memicu longsoran besar nan menggeser massa air laut secara signifikan.

Gelombang nan terbentuk memang diperkirakan tidak terlalu tinggi saat mencapai pesisir Kalimantan. Namun kondisi dapat berubah ketika gelombang memasuki area teluk nan sempit seperti Teluk Balikpapan.

Di dalam teluk, gelombang berpotensi mengalami pemantulan dan penguatan akibat pengaruh superposisi. Fenomena ini dapat meningkatkan amplitudo gelombang sehingga dampaknya menjadi lebih besar dibandingkan saat berada di laut terbuka.

“Karakteristik Teluk Balikpapan menjadi salah satu aspek nan perlu mendapat perhatian dalam kajian akibat tsunami di Kalimantan Timur,” jelas Rasmid.

Selain potensi ancaman alam tersebut, BMKG juga menyoroti pentingnya penguatan sistem mitigasi bencana. Hingga saat ini, Balikpapan dan sebagian besar wilayah Kalimantan belum mempunyai sistem peringatan awal tsunami alias Early Warning System (EWS) nan terintegrasi secara menyeluruh.

Saat ini, info peringatan dari BMKG tetap disampaikan melalui jalur koordinasi kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pemerintah wilayah sebelum diteruskan kepada masyarakat. Mekanisme tersebut dinilai tetap memerlukan penguatan agar info darurat dapat diterima penduduk pesisir secara lebih sigap dan efektif.

BMKG menilai pengadaan sarana pendukung, mulai dari perangkat peringatan awal hingga sistem komunikasi darurat, menjadi kebutuhan krusial untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi tsunami di masa mendatang.

“Dengan meningkatnya aktivitas pembangunan dan pertumbuhan area pesisir di Kalimantan Timur, edukasi kebencanaan serta penguatan sistem mitigasi menjadi langkah strategis untuk meminimalkan akibat andaikan musibah terjadi sewaktu-waktu,” pungkasnya.(EM/E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia