Perasaan Campur Aduk Kevin Diks, dari Perasaan Bersalah hingga Jadi Pahlawan di Laga Borussia Monchengladbach vs Union Berlin

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

Cikal Bintang , Jurnalis-Selasa, 03 Maret 2026 |01:01 WIB

Perasaan Campur Aduk Kevin Diks, dari Perasaan Bersalah hingga Jadi Pahlawan di Laga Borussia Monchengladbach vs Union Berlin

Pemain Borussia Monchengladbach, Kevin Diks. (Foto: Instagram/kevindiks2)

MONCHENGLADBACH – Penggawa Timnas Indonesia, Kevin Diks, membagikan kisah emosional di kembali keberhasilannya menjadi pahlawan bagi Borussia Monchengladbach saat melawan Union Berlin di Bundesliga 2025-2026. Meski sempat didera rasa bersalah akibat rentetan kesempatan nan gagal, pemain berumur 29 tahun tersebut membuktikan ketangguhan mentalnya dengan mencetak gol tunggal penentu kemenangan lewat drama di menit-menit akhir pertandingan.

Kevin Diks tampil sebagai pembeda saat Borussia Monchengladbach menumbangkan Union Berlin 1-0 dalam laga pekan ke-24 Liga Jerman 2025-2026. Aksi heroiknya di Borussia Park pada Sabtu 28 Februari 2026 lampau memastikan ribuan suporter tuan rumah pulang dengan sorak sorai kemenangan.

Pemain memperkuat ini mencetak satu-satunya gol lewat titik putih pada menit 90+3. Namun, sebelum momen puncak tersebut, Kevin seolah dibayangi kesialan sepanjang laga lantaran banyaknya kesempatan emas nan terbuang sia-sia di depan gawang lawan.

Peluang terbaik Kevin sempat datang melalui tandukan tajam hingga sebuah tendangan roket jarak dekat pada menit ke-64 nan menggetarkan jala lawan. Sayangnya, kegembiraan itu sirna setelah wasit menganulir gol tersebut melalui pengecekan Video Assistant Referee (VAR).

"Istri saya mengatakan itu seperti roller coaster emosional, nan menurut saya juga dirasakan oleh semua orang di stadion," kata Kevin dikutip dari Bild, Selasa (3/3/2026).

 Bundesliga) Kevin Diks (4) bertindak di laga Borussia Monchengladbach vs Union Berlin (Foto: Bundesliga)

"Setelah melewatkan kesempatan itu, saya merasa bersalah. Saya bertanya pada diri sendiri: Bagaimana mungkin saya tidak memanfaatkan kesempatan itu? Saya terlalu berupaya mendorong bola, dan bola itu melenceng. Tapi saya berbicara pada diri sendiri bahwa kesempatan berikutnya bakal datang," tambahnya.

1. Kepercayaan Diri di Tengah Tekanan Hebat

Sikap pantang menyerah tersebut akhirnya membuahkan hasil manis tepat sebelum peluit panjang berbunyi. Kevin maju sebagai penyelenggara penalti dengan penuh ketenangan namun sangat tegas, membawa Die Fohlen —julukan Borussia Monchengladbach— mengunci kemenangan krusial 1-0.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com