Peran Strategis Perguruan Tinggi dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional

Sedang Trending 3 hari yang lalu

, PALU, – Akademisi Universitas Tadulako (Untad) Palu menekankan peran strategis perguruan tinggi dalam menyukseskan ketahanan pangan nasional. Kontribusi ini diwujudkan melalui riset, penemuan teknologi, serta pendampingan langsung kepada petani guna menjaga keberlanjutan produksi pangan.

Guru Besar Fakultas Pertanian Untad, Muhammad Anshar Pasigai, di Palu, Rabu, menyatakan bahwa keterlibatan perguruan tinggi dalam pembangunan pertanian bukanlah perihal baru. Sejarah mencatat, kerjasama antara pemerintah, peneliti, penyuluh, dan petani telah sukses mengantarkan Indonesia pada swasembada beras di era 1980-an.

"Peran perguruan tinggi sudah ada sejak tahun 1980-an dalam menyukseskan swasembada beras di masa pemerintahan Presiden Soeharto," katanya. Keberhasilan itu didukung oleh program Bimbingan Massal (Bimas) dan Intensifikasi Massal (Inmas) nan memberikan penyuluhan, akses pembiayaan, serta pemanfaatan teknologi pertanian kepada petani.

Anshar menjelaskan, pengembangan varietas padi unggul berumur pendek dan tahan hama, disertai pemanfaatan teknologi budidaya, menjadi aspek kunci dalam mendongkrak produktivitas pertanian nasional. Perguruan tinggi berkontribusi melalui penelitian untuk menghasilkan penemuan varietas unggul, teknologi budidaya, hingga rekomendasi kebijakan berbasis ilmiah nan dapat diterapkan di lapangan.

Libatkan Mahasiswa dalam Pendampingan Petani

Selain riset, Anshar menyoroti pentingnya pelibatan mahasiswa dalam aktivitas pendampingan dan penyuluhan kepada petani. Langkah ini dinilai dapat mempercepat mengambil penemuan sekaligus meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia di sektor pertanian.

"Bisa disiapkan anggaran unik untuk program pendampingan nan melibatkan mahasiswa, dengan support teknologi dari perguruan tinggi," ujarnya. Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan petani perlu terus diperkuat agar capaian ketahanan pangan nasional dapat dipertahankan dan menjadi fondasi peningkatan daya saing sektor pertanian pada masa mendatang.

Modal Penting Capaian Swasembada 2025

Anshar mengemukakan, keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras pada 2025 menjadi bukti nyata bahwa kerjasama lintas pemangku kepentingan bisa menghasilkan peningkatan produksi pangan secara berkelanjutan. Produksi beras nasional pada 2025 tercatat mencapai sekitar 34,7 juta ton alias meningkat sekitar 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut menghasilkan surplus sekitar 3,5 juta ton, sehingga Indonesia tidak melakukan impor beras konsumsi sepanjang tahun itu. Di sisi lain, persediaan beras pemerintah nan dikelola Perum Bulog juga mencapai sekitar 3,24 juta ton pada akhir 2025 dan sempat menyentuh 4,2 juta ton, menjadi level tertinggi sepanjang sejarah pengelolaan persediaan pangan nasional.

Menurut Anshar, capaian tersebut menjadi modal krusial bagi Indonesia untuk terus memperkuat ketahanan pangan melalui pengembangan penemuan pertanian berbasis riset, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan kerjasama antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku upaya tani.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional