Peran Geologi Bawah Tanah dalam Pembentukan Lapisan Es Antartika

Sedang Trending 3 jam yang lalu
Peran Geologi Bawah Tanah dalam Pembentukan Lapisan Es Antartika Ilustrasi(Magnific)

Kondisi pengetahuan bumi nan berada jauh di bawah permukaan es rupanya memegang peranan krusial dalam membentuk dan memengaruhi dinamika lapisan es di Antartika. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa aspek pembentuk es tidak hanya terbatas pada suhu ekstrem dan perubahan suasana atmosfer, tetapi juga dipengaruhi oleh struktur batuan dasar (bedrock) nan terbentuk jutaan tahun lalu.

Berdasarkan studi nan dipublikasikan dalam jurnal Nature Geoscience, para peneliti sukses mengidentifikasi struktur pengetahuan bumi masif nan tersembunyi di bawah Lapisan Es Antartika Timur. Struktur ini dikenal sebagai East Antarctic Fan-Shaped Basin Province, sebuah rangkaian cekungan raksasa berbentuk kipas nan terletak di sekitar wilayah Kutub Selatan.

Jejak Tektonik Gondwana

Data geofisika dan topografi bawah es menunjukkan bahwa cekungan-cekungan ini terbentuk akibat aktivitas tektonik sekitar 150 juta tahun lalu. Proses tersebut berangkaian dengan peregangan kerak bumi alias ekstensi tektonik nan terjadi sesaat sebelum pecahnya superbenua Gondwana.

Lanskap bawah permukaan ini menciptakan jalur-jalur alami nan mengarahkan aliran es. Berikut adalah beberapa poin krusial mengenai pengaruh struktur pengetahuan bumi terhadap lapisan es:

Fitur Geologi Dampak pada Lapisan Es
Cekungan (Basin) Menampung volume es besar dan menentukan arah aliran utama.
Batas Struktur Berhubungan langsung dengan letak gletser-gletser besar.
Bedrock (Batuan Dasar) Memengaruhi posisi grounding line (titik es mulai mengapung).
Panas Bumi Struktur kerak bumi memengaruhi pengedaran panas dari dalam bumi ke dasar es.

Implikasi terhadap Perubahan Iklim

Kajian lain dalam Nature Communications mempertegas bahwa corak permukaan di bawah es sangat menentukan stabilitas grounding line. Wilayah ini sangat sensitif lantaran menjadi titik penentu apakah es bakal tetap berada di daratan alias mulai mencair ke lautan.

Penelitian pada tahun 2025 juga sukses mengidentifikasi permukaan daratan purba nan terkubur. Temuan ini membuktikan bahwa proses pengetahuan bumi jutaan tahun lampau tetap aktif berkedudukan dalam membentuk kondisi di wilayah pinggiran lapisan es saat ini. Dengan memahami topografi tersembunyi ini, intelektual dapat memprediksi lebih jeli gimana volume es Antartika bakal merespons pemanasan global, mengingat dampaknya nan signifikan terhadap kenaikan permukaan laut dunia.

Catatan Peneliti: Pemahaman mengenai pengetahuan bumi bawah es menjadi kunci untuk memetakan masa depan Antartika. Tanpa info topografi batuan dasar nan akurat, model prediksi kenaikan air laut bakal kehilangan variabel fundamentalnya.

Melalui kombinasi info geofisika canggih, para intelektual sekarang terus memetakan lanskap nan selama ini tertutup es tebal guna meningkatkan kecermatan mitigasi akibat perubahan lingkungan di masa depan. Sumber: Nature Geoscience, Nature Communications.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia