Ketua Komite Pengawasan DPR AS, James Comer(Media Sosial X)
SEKELOMPOK penyintas pelecehan seksual Jeffrey Epstein beserta perwakilan family mendiang Virginia Giuffre mengadakan pertemuan rahasia dengan Ketua Komite Pengawasan DPR AS, James Comer. Dalam pertemuan tersebut, mereka mendesak komite untuk mendalami arsip milik Departemen Kehakiman (DOJ) mengenai jaringan prostitusi Epstein. Langkah ini sekaligus membantah klaim Pelaksana Tugas Jaksa Agung, Todd Blanche, nan menyatakan sudah tidak ada lagi petunjuk untuk diselidiki.
Para penyintas membawa bukti berupa rangkaian surel dari bulan Juli 2025 nan menunjukkan pejabat FBI mengetahui adanya rencana pembuatan arsip rekam jejak tuduhan terhadap 14 laki-laki berpengaruh dari lingkaran dekat Epstein.
"Ambil nama-nama ini dan buat lembar kerja baru nan berisi semua perihal merugikan tentang mereka," bunyi pernyataan seseorang nan identitasnya disamarkan dalam rangkaian surel tersebut.
Daftar tersebut mencakup sejumlah tokoh nan sebelumnya telah memberikan kesaksian kepada komite, seperti Bill Clinton dan Les Wexner. Namun, terdapat pula nama-nama besar lain nan belum pernah menghadap panel, seperti Andrew Mountbatten-Windsor dan Presiden Donald Trump. Tinjauan CNN terhadap berkas publik Epstein menunjukkan pemasok FBI mulai mengumpulkan tuduhan terhadap 14 laki-laki tersebut pada hari nan sama saat surel dikirim.
Terkait perihal ini, Bill Clinton dan Les Wexner telah membantah melakukan kesalahan maupun mengetahui kejahatan Epstein. Andrew Mountbatten-Windsor juga membantah keras segala tuduhan mengenai hubungannya dengan Epstein.
Sementara itu, ahli bicara Gedung Putih, Abigail Jackson, menyatakan Presiden Trump telah sepenuhnya dibebaskan dari segala perihal nan berangkaian dengan Epstein.
"Dan dengan merilis ribuan laman dokumen, bekerja sama dengan permintaan panggilan sidang Komite Pengawasan DPR, menandatangani Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein, dan menyerukan penyelidikan lebih lanjut terhadap teman-teman Demokrat Epstein, Presiden Trump telah melakukan lebih banyak perihal untuk para korban Epstein daripada siapa pun sebelum dia," ujar Jackson kepada CNN pada hari Senin.
Menanggapi info dari para korban, James Comer langsung mengambil tindakan dengan meminta pengacara Alan Dershowitz untuk memberikan kesaksian dalam wawancara transkrip nan direkam video. Dershowitz merupakan bagian dari tim norma nan menegosiasikan kesepakatan pembelaan kontroversial Epstein pada 2008.
"Saya sama sekali tidak melakukan kesalahan apa pun. Itulah kenapa saya secara sukarela memberikan kesaksian," kata Dershowitz kepada CNN pada hari Senin.
Di sisi lain, family mendiang Virginia Giuffre juga menyerahkan potongan kesaksian Giuffre dari tahun 2015 nan menyebut nama-nama laki-laki nan diduga menjadi tujuan perdagangan manusia nan dilakukan oleh Epstein dan Ghislaine Maxwell. Hingga saat ini, Komite Pengawasan DPR telah melakukan setidaknya 15 wawancara mengenai penyelidikan Epstein, termasuk dengan Bill Clinton, Sekretaris Perdagangan Howard Lutnick, hingga Bill Gates. (CNN/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·