BDMN mencatatkan untung bersih setelah pajak alias net keuntungan after tax (NPAT) konsolidasian sebesar Rp2,4 triliun.(Dok. MI)
PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) mencatatkan laba bersih setelah pajak alias net keuntungan after tax (NPAT) konsolidasian sebesar Rp2,4 triliun sepanjang semester I-2026, tumbuh 33% secara tahunan dari Rp1,8 triliun nan telah dinyatakan kembali.
Kenaikan untung tersebut ditopang pertumbuhan pendapatan operasional dan penurunan biaya kredit. Pendapatan operasional Danamon naik 7% secara tahunan menjadi Rp12,6 triliun, sementara rasio cost of credit turun menjadi 2,3% dari 2,8% pada periode nan sama tahun sebelumnya.
Perseroan juga membukukan margin kembang bersih alias net interest margin (NIM) sebesar 8,1%.
Perbaikan keahlian turut tercermin dari kualitas aset. Rasio loan at risk (LAR) turun 263 pedoman poin menjadi 7,8% dari sebelumnya 10,2%. Rasio gross non-performing loan (NPL) juga membaik menjadi 1,7% dari 2%, sedangkan rasio cakupan NPL tercatat sebesar 282,4%.
Chief Financial Officer Bank Danamon Theresia Adriana mengatakan perseroan terus mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan bisnis, nan tercermin dari kualitas aset nan tetap terjaga di tengah pertumbuhan pembiayaan.
"Hingga akhir Juni 2026, total angsuran dan trade finance konsolidasian Danamon mencapai Rp230,1 triliun, tumbuh 12% secara tahunan," ungkap Theresia secara virual, Kamis (30/7).
Ia menjelaskan, pertumbuhan tersebut salah satunya didorong lini Enterprise Banking and Financial Institution yang naik 19% menjadi Rp109,7 triliun. Pertumbuhan juga berasal dari lini SME Banking, Consumer Banking, dan anak-anak perusahaan Danamon.
"Dari sisi pendanaan, total giro, tabungan, dan simpanan konsolidasian meningkat 14% secara tahunan menjadi Rp181,7 triliun," tambah dia.
Direktur Utama Danamon, Nobuya Kawasaki, mengatakan perseroan terus menjalankan konsentrasi strategis untuk mendorong pertumbuhan berkepanjangan dan memperkuat kerjasama dalam ekosistem finansial grup.
“Kami optimis melewati paruh kedua tahun ini dengan fondasi finansial kuat dan manajemen akibat nan mengedepankan prinsip kehati-hatian,” ujar Kawasaki.
Danamon juga melakukan penyertaan modal pada PT Home Credit Indonesia (HCI) nan efektif pada 24 Juni 2026. Transaksi tersebut menjadikan Danamon sebagai pemegang saham pengendali HCI dan menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi grup berbareng MUFG.
Menurut Kawasaki, support MUFG, personil grup perusahaan, dan mitra strategis bakal memperkuat keahlian Danamon dalam menyediakan solusi finansial nan terintegrasi bagi nasabah.
Sejumlah nomor pembanding periode sebelumnya telah disajikan kembali sesuai PSAK 338 menyusul transaksi kombinasi upaya entitas sepengendali. Penyesuaian tersebut berkarakter akuntansi dan tidak mengubah keahlian maupun faedah ekonomi Danamon. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·