Pengunjung Mal Naik hingga 15% saat Libur Panjang, Tujuan untuk Kuliner-Hiburan

Sedang Trending 4 jam yang lalu
Ilustrasi makanan di restoran all you can eat. Foto: Scherbinator/Shutterstock

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mengatakan libur panjang pada pekan lampau berakibat positif terhadap jumlah kunjungan masyarakat ke mal.

Ketua Umum APPBI, Alphonsuz Widjaja, mengatakan libur panjang akhir pekan lampau memberikan dorongan signifikan terhadap aktivitas pusat perbelanjaan. Menurutnya, jumlah visitor mal meningkat sekitar 10-15 persen dibandingkan akhir pekan biasa.

“Libur panjang ini sangat membantu sektor ritel. Pusat perbelanjaan menjadi salah satu destinasi utama masyarakat untuk mengisi waktu liburan sehingga terjadi peningkatan kunjungan dibandingkan akhir pekan normal,” ujar Alphonsuz dalam keterangannya, Rabu (3/6).

Alphonsuz melanjutkan, tingginya mobilitas masyarakat ke pusat perbelanjaan menunjukkan bahwa aktivitas konsumsi tetap berlangsung, meskipun industri ritel sedang berada dalam siklus musiman nan biasanya lebih lambat setelah Ramadan dan Idul Fitri.

Kondisi tersebut terlihat dari ramainya aktivitas di beragam pusat perbelanjaan, terutama pada sektor kuliner dan intermezo nan menjadi pilihan utama masyarakat selama masa liburan.

“Yang paling mendominasi adalah kuliner dan hiburan. Masyarakat tetap datang ke pusat perbelanjaan untuk berbelanja sekaligus menikmati beragam aktivitas rekreasi berbareng keluarga,” jelasnya.

Ilustrasi Mall Grand Indonesia. Foto: Ko Aun Lee/Shutterstock

Alphonzus mengatakan, periode kuartal II dan III secara historis merupakan masa low season bagi industri ritel. Namun, tahun ini pelaku upaya menyiapkan beragam program promosi dan aktivitas untuk menjaga momentum konsumsi masyarakat sehingga aktivitas ekonomi tetap bergerak.

Dalam waktu dekat, misalnya, sektor ritel bakal ditopang oleh momentum liburan sekolah nan diperkirakan kembali meningkatkan kunjungan ke pusat perbelanjaan. Setelah itu, beragam program shopping dan pagelaran ritel bakal digelar di sejumlah wilayah hingga menjelang akhir tahun.

“Banyak program nan disiapkan sepanjang tahun, mulai dari liburan sekolah, seremoni Hari Kemerdekaan hingga beragam pagelaran shopping daerah. Ini menjadi langkah untuk menjaga aktivitas ekonomi dan konsumsi masyarakat tetap berjalan,” ujarnya.

APPBI juga memandang bahwa pusat perbelanjaan sekarang tidak hanya berfaedah sebagai letak transaksi jual beli, tetapi telah berkembang menjadi pusat aktivitas sosial masyarakat. Faktor tersebut membikin mal tetap menjadi tujuan utama masyarakat untuk berkumpul, bersantai, dan menikmati beragam hiburan.

Menurut Alphonsuz, tren tersebut menjadi salah satu argumen kenapa pusat perbelanjaan tetap bisa mempertahankan tingkat kunjungan nan baik meski di tengah tantangan ekonomi dunia dan persaingan dengan platform shopping daring.

“Orang datang ke pusat perbelanjaan bukan hanya untuk belanja. Mereka mencari pengalaman, hiburan, dan hubungan sosial nan tidak bisa diperoleh secara online,” katanya.

Ia menambahkan, selama daya beli masyarakat tetap terjaga, sektor ritel bakal terus menjadi salah satu motor penggerak perekonomian nasional. Untuk itu, beragam program stimulus nan mendorong konsumsi masyarakat dinilai krusial untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

“Kalau masyarakat tetap berbelanja, ekonomi bakal terus bergerak. Karena itu nan paling krusial adalah menjaga dan meningkatkan daya beli masyarakat,” ujar Alphonsuz.

Dengan meningkatnya kunjungan selama libur panjang, serta rangkaian program promosi dan pagelaran shopping nan bakal berjalan hingga akhir tahun, APPBI optimistis aktivitas pusat perbelanjaan tetap ramai dan bisa menopang pergerakan ekonomi domestik di tengah periode low season industri ritel.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan