Ilustrasi(MI/Akhmad Safuan)
SEBANYAK 5.538.300 eksemplar buku referensi bermutu dikirim ke seluruh Indonesia dari Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat budaya literasi sekaligus mewujudkan pendidikan berbobot untuk semua.
Pemantauan Media Indonesia Jumat (31/7) jutaan kitab referensi berbobot telah dimuat dalam ratusan truk telah siap dikirim ke beragam wilayah di Indonesia, pengiriman kitab merupakan program nasional tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat budaya literasi sekaligus mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.
Dari info nan ada, sebanyak 5,5 juta buku referensi nonteks itu, bakal didistribusikan ke 510 kabupaten/kota di 38 provinsi di Indonesia nan diperuntukkan 18.444 Sekolah Dasar (SD) dan 6.165 Sekolah Menengah Pertama (SMP) terutama berasas hasil Asesmen Nasional (AN) 2025 dengan capaian literasi kategori terendah.
"Penyediaan kitab bacaan, merupakan langkah strategis membangun generasi Indonesia nan pandai melalui penguatan literasi dan numerasi, " kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti di tengah aktivitas pelepasan pengiriman jutaan kitab di Kudus Jumat (31/7).
Menurut Abdul Mu’ti untuk mengembangkan keahlian literasi, terutama bagi siswa SD dan SMP, program ini merupakan penyelenggaraan pengarahan Presiden agar anak-anak mempunyai kebiasaan membaca, keahlian menulis, berbilang dan beragam kompetensi dasar lainnya, sehingga melalui program revitalisasi sekolah, minimal setiap sekolah kudu mempunyai ruang perpustakaan.
Penguatan literasi, lanjut Abdul Mu'ti, dilakukan melalui tiga kebijakan nan saling berkaitan, ialah membangun kebiasaan membaca, meningkatkan kecakapan membaca, serta memastikan kecukupan bahan referensi di sekolah. "Bahkan jika memungkinkan mempunyai gedung perpustakaan sendiri,” tambahnya.
Sejalan dengan langkah ini, ungkap Abdul Mu'ti, Kemendikdasmen juga menyiapkan kebijakan jangka panjang ialah rekrutmen pustakawan melalui skema Pegawai Negeri Sipil (PNS), sehingga saat ini kementerian sedang menghitung kebutuhan pustakawan di seluruh Indonesia dan menargetkan proses rekrutmen dimulai pada 2027.
“Literasi tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi kudu menjadi aktivitas nan didukung perpustakaan, pustakawan, serta kecukupan bahan referensi di setiap sekolah,” ujar Abdul Mu’ti.
Selain itu pemerintah juga sedang menjalankan program revitalisasi besar-besaran terhadap sekolah-sekolah di Indonesia, dimana pada tahun ini nan diprioritaskan adalah sekolah terdampak bencana, sekolah rusak berat dan sekolah di wilayah 3T, apalagi ditargetkan tahun 2027 sekitar 100 ribu satuan pendidikan direvitalisasi.
Sementara itu Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen Hafidz Muksin mengatakan untuk mencetak dan mendistribusikan kitab referensi berbobot tersebut, ditargetkan bakal selesai pada akhir Agustus, pemerintah dalam perihal ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp40.657.715.000.
Buku referensi berbobot tersebut, demikian Hafidz Muksin, terdiri dari 3.688.800 eksemplar kitab referensi jenjang SD, 1.849.500 eksemplar kitab referensi jenjang SMP.m, sehingga nantinya setiap SD bakal memperoleh 200 kitab nan terdiri dari 100 titel (masing-masing dua eksemplar), sedangkan setiap SMP menerima 300 kitab dari 100 titel (masing-masing tiga eksemplar).
"Buku nan didistribusikan meliputi kitab bergambar jenjang B1-B3 untuk siswa SD, serta komik dan novelet jenjang C-D bagi siswa SMP dalam beragam ukuran, ialah A4, A5, dan B5, " imbuhnya.
Hingga tahun 2026, tutur Hafidz Muksin, Kemendikdasmen telah mendistribusikan lebih dari 42 juta kitab referensi berbobot ke beragam wilayah di Indonesia dan berasas kajian Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan (PSKP) tahun 2025, sekolah penerima hibah kitab referensi mengalami kenaikan skor literasi Asesmen Nasional sebesar 1,1 poin lebih tinggi dibanding sekolah nan belum menerima bantuan.
Di sisi lainnya Direktur Utama Pura Group Bambang Handoko mengaku sangat mengapresiasi kepercayaan Kemendikdasmen nan menunjuk perusahaan tersebut sebagai salah satu mitra pencetakan kitab referensi bermutu.
"Pura Group memperoleh pekerjaan pencetakan melalui proses lelang terbuka di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dengan total 5.538.300 eksemplar buku, kami berambisi seluruh kitab dapat sampai tepat waktu, tepat sasaran dan dalam kondisi kondusif sehingga manfaatnya betul-betul dirasakan oleh anak-anak Indonesia,” kata Bambang Handoko. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·