BCA meraih penghargaan HR Asia Best Companies to Work for in Asia 2026.(BCA)
Persaingan mendapatkan sekaligus mempertahankan talenta terbaik membikin perusahaan tidak lagi cukup mengandalkan penghasilan dan akomodasi nan kompetitif. Lingkungan kerja nan sehat, inklusif, serta bisa mendukung pengembangan pekerjaan sekarang menjadi salah satu aspek utama nan menentukan daya saing perusahaan dalam menarik dan mempertahankan sumber daya manusia berkualitas. Komitmen tersebut terus diperkuat PT Bank Central Asia (BCA). Perseroan kembali meraih penghargaan HR Asia Best Companies to Work for in Asia 2026, sekaligus mempertahankan predikat sebagai salah satu tempat kerja terbaik di Asia selama delapan tahun berturut-turut.
Direktur BCA, Lianawaty Suwono, mengatakan perusahaan terus membangun lingkungan kerja nan mendorong setiap tenaga kerja berkembang, berinovasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan.
"Tiga penghargaan ini menjadi corak gambaran atas konsistensi seluruh insan BCA dalam menciptakan ekosistem kerja nan sehat dan positif. Pencapaian ini adalah buah dari upaya bersama. Kami bakal terus berupaya menghadirkan lingkungan kerja nan memungkinkan setiap perseorangan bertumbuh, berinovasi, dan memberikan kontribusi terbaiknya baik secara ahli maupun personal," ujar Lianawaty.
Penghargaan HR Asia Best Companies to Work for in Asia diselenggarakan oleh Business Media International berdasarkan hasil survei terhadap karyawan. Penilaian dilakukan melalui tiga parameter utama, ialah CORE (Collective Organisation for Real Engagement), SELF (Heart, Mind, Soul), dan GROUP (Think, Feel, Do). Dalam penilaian tersebut, BCA mencatatkan skor nan secara konsisten berada di atas rata-rata industri.
Selain itu, BCA juga memperoleh HR Asia Tech Empowerment Award 2026 sebagai pengakuan atas pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan pengalaman kerja karyawan. Penghargaan tersebut diberikan kepada perusahaan nan dinilai sukses mengoptimalkan teknologi untuk memperkuat produktivitas, kolaborasi, dan efektivitas proses kerja dalam mendukung transformasi sumber daya manusia.
Pemanfaatan teknologi juga diarahkan untuk menciptakan proses upaya nan lebih terintegrasi, adaptif, dan responsif terhadap perubahan kebutuhan bumi kerja, sehingga pengalaman tenaga kerja tetap relevan di tengah percepatan transformasi digital.
Upaya tersebut turut memperkuat employer branding perusahaan. Hal itu tercermin dari raihan LinkedIn Talent Awards 2025 kategori Best Employer Branding untuk perusahaan dengan jumlah tenaga kerja di atas 10.000 orang. Penghargaan ini diberikan berasas keahlian perusahaan membangun gambaran sebagai tempat kerja nan menarik, menghadirkan pengalaman rekrutmen nan positif, serta memanfaatkan platform digital untuk menjangkau dan mengembangkan talenta.
Menurut Lianawaty, employer branding tidak hanya dibangun melalui persepsi publik terhadap perusahaan, tetapi juga melalui pengalaman nan dirasakan tenaga kerja dalam keseharian mereka.
"Bagi kami, employer branding bukan sekadar tentang gimana perusahaan dipersepsikan dari luar, melainkan gimana setiap rekan kerja dapat merasakan ketulusan, saling mendukung, dan menikmati pengalaman bekerja nan positif setiap hari. Pencapaian ini menjadi pengingat sekaligus penyemangat bagi kami untuk terus belajar dan menjadi lebih baik," katanya.
Di tengah persaingan mendapatkan sumber daya manusia (SDM) terbaik, keahlian perusahaan menciptakan budaya kerja nan sehat, mendukung pengembangan kompetensi, serta memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pengalaman tenaga kerja dinilai menjadi aspek krusial dalam menjaga retensi SDM sekaligus memperkuat daya saing perusahaan dalam jangka panjang. (E-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·