Prabowo Anggarkan Rp 175 M, Andre Rosiade Pastikan Gunung Nago Dibangun Kembali

Sedang Trending 52 menit yang lalu
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade memastikan pembangunan kembali area Gunung Nago, Kota Padang, nan menjadi salah satu letak terparah terdampak musibah galodo pada November 2025, segera dimulai. Foto: Dok. Istimewa

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade memastikan pembangunan kembali area Gunung Nago, Kota Padang, nan menjadi salah satu letak terparah terdampak musibah galodo pada November 2025, segera dimulai. Pemerintah Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menyiapkan anggaran Rp 175 miliar untuk penanganan permanen area tersebut.

Kepastian itu disampaikan Andre saat meninjau Gunung Nago, Jumat (21/8/2026), berbareng Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang Reski Wahyudi, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar Elsa Putra Friandi dan Kepala Balai Cipta Karya Sumbar Maria Doeini Isa. Dalam kunjungan tersebut, Andre berbincang langsung dengan tokoh masyarakat dan penduduk nan selama ini menunggu kepastian perbaikan pascabencana.

Andre menegaskan, pemerintah tidak tinggal tak bersuara menghadapi kekhawatiran warga. Proses lelang pekerjaan telah disiapkan dan ditargetkan pada Oktober 2026 sudah diperoleh pemenang, sehingga pekerjaan bentuk dapat dimulai pada November 2026.

“Jadi, hari ini kita menjawab pertanyaan masyarakat kapan Gunung Nago bakal diperbaiki. Pemerintah Presiden Prabowo melalui Kementerian PU sudah menyiapkan lelang. InsyaAllah Oktober 2026 sudah ada pemenangnya dan November 2026 mulai dikerjakan,” kata Andre didampingi Ketua Fraksi Gerindra DPRD Padang Wahyu Hidayat dan Ketua Komisi II DPRD Padang Rachmad Wijaya.

Menurut Andre, penanganan permanen Gunung Nago tidak sekadar memperbaiki satu infrastruktur. Pekerjaan bakal mencakup pembangunan check dam alias sabo dam, perbaikan irigasi, pembangunan jembatan, normalisasi sungai, serta penguatan tebing di kiri dan kanan aliran sungai. “Total proyeknya Rp175 miliar dan dikerjakan selama 24 bulan alias dua tahun,” ujarnya.

Kepala BWS Sumatera V Padang Reski Wahyudi menjelaskan, Gunung Nago merupakan salah satu dari 25 titik nan masuk dalam program penanganan permanen pascabencana di Sumatera Barat. Sebelumnya, BWS telah melakukan penanganan tanggap darurat di 43 titik nan ditargetkan tuntas pada September 2026.

Untuk penanganan permanen, kata Reski, BWS sekarang memasuki tahap persiapan lelang. Pekerjaan bakal diarahkan terutama untuk menangani persoalan di bagian hulu, termasuk pembangunan gedung pengendali sedimen alias sabo dam, sekaligus menangani irigasi dan jembatan.

“Ini sudah fase persiapan untuk penanganan secara permanen. InsyaAllah bulan September ini mulai proses lelang, Oktober kita terkontrak,” kata Reski.

Reski menjelaskan, penanganan permanen tersebut merupakan bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana nan dilakukan pemerintah untuk sejumlah titik di Sumatera Barat. Untuk area Gunung Nago, selain pengendalian sedimen, pekerjaan juga mencakup penanganan aliran sungai nan menjadi salah satu sumber kekhawatiran masyarakat.

Andre menilai percepatan penanganan tersebut menunjukkan kesungguhan Presiden Prabowo dalam membangun kembali Sumatera Barat setelah musibah besar nan melanda wilayah itu pada November 2025.

Andre menyebut anggaran Rp175 miliar untuk Gunung Nago merupakan bagian dari total sekitar Rp19 triliun biaya rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-recon) nan disiapkan pemerintah untuk Sumatera Barat. Dana tersebut dicairkan secara berjenjang untuk mendukung pemulihan beragam sektor nan terdampak bencana. “Rp175 miliar ini bagian dari Rp19 triliun nan disiapkan pemerintah Presiden Prabowo untuk biaya rehab-recon Provinsi Sumatera Barat,” tegas Andre.

Andre juga membandingkan kecepatan penanganan musibah kali ini dengan musibah besar sebelumnya. Pada musibah 2012, penanganan permanen baru dilakukan pada 2017 alias memerlukan waktu sekitar lima tahun. Sementara musibah November 2025 disebut lima kali lebih besar dibandingkan musibah 2012, tetapi penanganan permanen sudah mulai dilakukan kurang dari setahun setelah bencana.

“Bencana November 2025 ini lima kali lebih besar dibandingkan 2012. Tetapi penanganan permanennya Oktober 2026, dalam 11 bulan sudah bisa dilakukan,” ujarnya.

Andre mengatakan penanganan area Gunung Nago juga kudu memandang persoalan di bagian hulu. Pembangunan prasarana pengendali banjir, menurutnya, tidak bakal cukup jika area hulu tidak ikut dipulihkan.

Karena itu, Andre telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Padang, termasuk Wali Kota Padang Fadly Amran, untuk melakukan penanaman kembali pohon di area hulu. Ia juga telah berkoordinasi dengan Kepala BP BUMN dan CEO Danantara Muliaman Hadad mengenai pemanfaatan anggaran tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) BUMN untuk mendukung program penghijauan tersebut.

“Saya sudah minta Pak Wali Kota Padang melalui Dinas Lingkungan Hidup meneliti berapa batang pohon nan dibutuhkan dan jenis pohonnya apa. Nanti kita siapkan anggaran untuk menanam pohon di hulu,” kata Andre.

Bagi Andre, penanganan Gunung Nago kudu dilakukan secara menyeluruh. Normalisasi sungai, pembangunan check dam, perbaikan irigasi dan jembatan kudu melangkah berbarengan dengan penguatan tebing dan pemulihan area hulu. “Jadi sungainya diperbaiki, dam-nya dipasang, irigasi kita dapat, tetapi nan di atas juga kita tanam kembali. Ini kudu komprehensif,” ujarnya.

Di tengah dialog, sejumlah penduduk menyampaikan kekhawatiran mereka setiap kali hujan deras turun. Warga berambisi pekerjaan pengendalian banjir dan pembangunan prasarana segera dilakukan lantaran kondisi sungai tetap menjadi sumber kecemasan.

Andre menjawab langsung kekhawatiran tersebut dengan memastikan anggaran telah tersedia dan proses lelang sedang berjalan. Ia meminta masyarakat bersabar lantaran pekerjaan permanen bakal dimulai November 2026. “Pemerintah Presiden Prabowo tidak tidur. Pemerintah berkomitmen bahwa Rp19 triliun nan kita siapkan bakal digelontorkan secara bertahap,” tegas Andre.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan