Peneliti Temukan Residu pada Sisa Rumah yang Terbakar Misterius di Sleman

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Koordinator Tim PKPE Fakultas Teknik UGM, Alva Edy Tontowi, menyampaikan konklusi tak ada gas alam dalam kasus kebakaran misterius nan terjadi 125 kali di sebuah rumah di Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman. Foto: Arfiansyah Panji/kumparan

Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik UGM telah menyimpulkan tidak ada gas alam dalam kasus kebakaran misterius nan terjadi 125 kali di sebuah rumah di Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman.

Dari temuan tim peneliti, api nan membakar material dalam kasus tersebut kemungkinan berasosiasi dengan adanya resin poly vinyl chloride alias PVC (bukan PVC pipa paralon). Resin ditemukan pada residu kebakaran.

"Jadi prinsipnya kami selesai pada tahap bahwa menemukan sumber dari api, sekali lagi bukan gas alami, tapi ada satu materi substansi nan ditemukan sebagai residu di tempat terbakar, ialah residu poly vinyl chloride alias PVC. Dan menurut kami itu adalah sumber api nan bukan alami, begitu," kata Dosen Departemen Teknik Geologi UGM, Sarju Winardi, di kantornya, Sabtu (13/6).

Sarju mengatakan residu ini berasal suatu nan awalnya mudah terbakar. Lanjutnya, kemungkinan dari awal sesuatu tersebut sifatnya sudah cair.

"Jadi rupa-rupanya, materi ini awalnya adalah sesuatu nan sifatnya bercampur ya, dengan sesuatu pelarut, solvent. Nah, pelarut inilah nan kemudian lepas sebagai nan menghasilkan api. Nah, solvent-nya tertinggal sebagai residu," katanya.

"Nah, terbakarnya solvent itu ada pemantiknya. Nah, kami tidak pada kapabilitas untuk menyampaikan gitu, pemantiknya apa, biar BPBD nan kelak bakal menindaklanjuti," katanya.

Agus Yani (61 tahun), pemilik rumah nan terbakar misterius puluhan kali di Seyegan Sleman. Update terkini kebakaran terjadi 81 kali termasuk di ruko nan berada di sisi utara rumah, Selasa (2/6/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Kemungkinan Campur Tangan Manusia

Lalu, apakah ada kombinasi tangan dari manusia mengenai kebakaran ini? Sarju mengatakan pihaknya tak berkuasa untuk menjawab.

"Level iu kelak BPBD nan bakal menindaklanjuti. Jadi kami menyampaikan hasil temuan nan sifatnya adalah evidence bahwa ada residu seperti itu. Nanti BPBD nan bakal menindaklanjuti dan bakal menganalisis lebih lanjut untuk sampai kesimpulan-kesimpulan semacam itu," katanya.

"Kami tidak pada posisi untuk menindaklanjuti hasil ini, jadi kami hanya menyimpulkan bahwa sumber api bukan gas alami," tegasnya.

Rssidu ini ditemukan di tempat-tempat nan terbakar seperti tembok tembok maupun tripleks. Sementara di benda-benda nan terbakar seperti sofa, kursi, dan kabel tidak dijumpai residu itu lantaran lenyap terbakar.

Sarju sekali lagi mengatakan, resin pvc ini tak bakal terbakar jika tidak ada pemantiknya.

"Pemantik mestinya ada, lantaran jika tidak dipantik dia enggak bakal terbakar, ya. Nah, pemantiknya apa, ini bakal ditindaklanjuti mestinya oleh, tim nan lain, BPBD. Kami bakal melaporkan untuk diselidiki pemantiknya ini apa. Nah ini kami tidak pada langkah untuk menyelidiki lebih lanjut," bebernya.

Contoh Material nan Mengandung Resin PVC

Di luar kasus ini, Sarju mengatakan banyak material nan mengandung resin.

"Berbagai jenis lem, cat gitu ya, pelarut-pelarut itu memungkinkan dia jika solvent (pelarutnya) terbakar menghasilkan residu itu (PVC). Kami belum menemukan nan sifatnya self-ignition, ya. Dia kudu dipantik," katanya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan