Pencetus Ide Baca Alquran Ditukar Miras Ternyata Pengunjung Festival

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi telah mengantongi identitas pihak nan diduga membikin tantangan mahfuz Al-Qur'an untuk ditukar dengan minuman keras (miras) di pagelaran musik The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pihak nan diduga menyampaikan tantangan tersebut merupakan seorang visitor festival.

"Berdasarkan info nan diperoleh dari hasil penyelidikan kami, nan berkepentingan diduga merupakan visitor nan datang. Pengunjung tersebut kemudian mengambil mikrofon dan secara spontan melakukan challenge," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin dalam keterangannya, Rabu (12/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Disampaikan Iman, identitas pengujung tersebut telah dikantongi interogator dan selanjutnya bakal dimintai keterangan untuk kepentingan penyelidikan. Namun, Iman belum membeberkan soal identitas visitor tersebut.

"Penyidik telah mengidentifikasi pihak tersebut dan bakal mengamankannya untuk kepentingan pemeriksaan. Namun, polisi belum mengungkapkan identitasnya lantaran proses penyelidikan tetap berlangsung," ucap dia.

Iman menyebut peristiwa tersebut berpotensi dikenakan Pasal 300 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Namun, kata dia, penerapan pasal bakal ditentukan berasas hasil pemeriksaan terhadap pihak nan bersangkutan, keterangan para saksi, dan perangkat bukti nan diperoleh penyidik.

Iman juga menegaskan hingga saat ini, belum ada pihak nan ditetapkan sebagai tersangka. Penyidik tetap mendalami fakta, keterangan para saksi, serta perangkat bukti untuk menentukan langkah norma selanjutnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengimbau masyarakat tetap tenang dan memberikan ruang kepada interogator untuk menangani perkara tersebut secara profesional, objektif, dan sesuai ketentuan hukum.

"Kami mengimbau masyarakat tidak terprovokasi dan tidak menyebarkan info maupun potongan video nan belum terverifikasi. Percayakan penanganan perkara ini kepada penyidik. Setiap perkembangan bakal kami sampaikan secara transparan berasas kebenaran hukum," tutur dia.

Sebelumnya, aktivitas promosi diduga minuman keras (miras) berkedok tantangan mahfuz Al-Qur'an dalam pagelaran musik The Sounds Project nan digelar akhir pekan lalu, Minggu (9/8), di Jakarta Utara viral di media sosial.

Dalam video viral, visitor merekam momen sebuah booth produk miras nan gelar tantangan (challenge) mahfuz salah satu surah dalam kitab suci Al-Qur'an ialah Ad-Duha bagi pengunjung, dengan hadiah diduga sebotol miras nan dipromosikan.

Pada unggahan di akun media sosial IG resmi The Sounds Project selaku penyelenggara pun buka bunyi mengenai peristiwa itu.

"Kami sebagai penyelenggara aktivitas turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah, dan tidak bakal pernah, membenarkan perilaku nan menjadikan kepercayaan sebagai bahan challenge alias promosi produk dalam corak apa pun," demikian pernyataan resmi nan dikutip dari akun IG The Sounds Project.

"Kami tegaskan bahwa kejadian tersebut sepenuhnya di luar arahan, persetujuan, dan kendali kami sebagai penyelenggara acara," imbuhnya.

Sementara itu, pemandu aktivitas alias MC di booth Newport dalam aktivitas The Sounds Project juga telah meminta maaf secara terbuka. Hal itu disampaikan lewat akun media sosial Threads, aqueer_, nan dimiliki Revnaldo Ega.

"Saya Ega, selaku MC booth Newport pada Minggu, 9 Agustus 2026, memohon maaf atas kejadian nan terjadi saat aktivitas berlangsung," kata dia.

"Kejadian tersebut merupakan tindakan spontan audiens dan tidak mengenai dengan pihak Newport. Saya mengakui kelalaian dalam mengendalikan situasi dan menjadikannya pembelajaran untuk lebih sigap dan bertanggung jawab ke depannya," imbuhnya.

Kemudian, manajemen Newport juga menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan buntut kasus promosi miras tersebut.

Direktur Newport, Handoko Sasongko mengklaim bahwa aktivitas itu bukan merupakan program, konsep promosi, challenge, maupun pengarahan nan dibuat alias direncanakan oleh Newport. Ia pun menyatakan aktivitas itu muncul secara spontan dari visitor nan berada di lokasi.

"Kami menyesali adanya kelalaian dalam pengawasan di lapangan, sehingga tindakan nan tidak sesuai dengan nilai-nilai agama, keyakinan, budaya serta budaya istiadat nan dijunjung oleh masyarakat dapat terjadi," ucap dia.

(dis/dal)

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional