Pemulung Didorong Jadi Pekerja Pemilah Sampah, Begini Nasibnya

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Pemerintah bakal mengubah istilah pemulung menjadi pekerja pemilah sampah dan mempunyai langkah kerja berstandar khusus.

Seorang penduduk memilah sampah di area kuburan Cina, Menteng Atas, Jakarta, Senin (10/8/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Seorang penduduk memilah sampah di area kuburan China, Menteng Atas, Jakarta, Senin (10/8/2026). Pemerintah mulai mendorong perubahan status dan perlindungan bagi para pemulung nan selama ini menjadi bagian krusial dalam rantai pengelolaan sampah di Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Seorang penduduk memilah sampah di area kuburan Cina, Menteng Atas, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Mohammad Jumhur Hidayat mengusulkan agar istilah pemulung diganti menjadi pekerja pemilah sampah. Pemerintah juga mendorong agar pekerjaan tersebut mempunyai standar kompetensi nan jelas melalui Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Menurut Jumhur, pekerja pemilah sampah berada di garis depan lantaran memilah material sebelum masuk ke akomodasi pengolahan. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Seorang penduduk memilah sampah di area kuburan Cina, Menteng Atas, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Bagi para pemulung, perubahan tersebut dinilai sebagai corak penghargaan terhadap pekerjaan nan selama ini kerap dipandang sebelah mata. Asmuna alias nan berkawan disapa Bude Wati, penduduk nan menaungi organisasi pemulung, mengaku berterima kasih atas perhatian pemerintah terhadap pekerjaan tersebut. "Menurut Bude, sangat berterima kasih dari kementerian bahwa pemulung diangkat jadi pekerja pemilah sampah. Karena selama ini pemulung dianggap enggak ada," kata Bude Wati kepada CNBC Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Seorang penduduk memilah sampah di area kuburan Cina, Menteng Atas, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Selama 18 tahun, Bude Wati telah menaungi sekitar 145 kepala keluarga. Ia mendampingi para pemulung sejak masa penggusuran pada 2010 hingga sejumlah perubahan kebijakan di era pemerintahan Fauzi Bowo dan Basuki Tjahaja Purnama namalain Ahok. Menurutnya, para penduduk selama ini berupaya hidup tertib sekaligus menjaga lingkungan tempat tinggal mereka. "Alhamdulillah kita tetap mau ditata rapi di sini," ujarnya. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Seorang penduduk memilah sampah di area kuburan Cina, Menteng Atas, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Meski demikian, persoalan tempat tinggal tetap menjadi tantangan. Bude Wati mengatakan pemerintah sebenarnya telah menyediakan rumah susun nan dinilai lebih layak. Namun, sebagian penduduk memilih tidak menempatinya lantaran cemas tidak bisa bayar biaya utilitas, mengingat penghasilan dari memilah sampah tidak menentu. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Seorang penduduk memilah sampah di area kuburan Cina, Menteng Atas, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Pada 2018, Bude Wati mengaku mendapat tawaran tempat tinggal di area Rawa Bebek dan Pondok Kopi. Ia tidak menolak support tersebut lantaran menilai pemerintah telah memberikan perhatian dan memperlakukan mereka secara layak. Namun, persoalan ekonomi tetap menjadi kendala, termasuk mengenai support sosial nan diterima warga. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Seorang penduduk memilah sampah di area kuburan Cina, Menteng Atas, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Menurutnya, sejumlah penduduk telah mendapatkan kartu bantuan, tetapi support berupa duit belum diterima. Ia juga menilai support pangan berupa beras tetap belum mencukupi kebutuhan warga. "Bantuan sembako berasnya sangat mepet. Satu gelas, satu mejikom. Harusnya lebih layak lagi," ujarnya. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Seorang penduduk memilah sampah di area kuburan Cina, Menteng Atas, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Di tengah keterbatasan tersebut, memilah sampah tetap menjadi sumber penghasilan utama warga. Bude Wati mengatakan para pekerja mengumpulkan dan memilah beragam jenis material, mulai dari residu, gelas hingga botol. Material seperti tembaga mempunyai nilai jual lebih tinggi, tetapi susah ditemukan. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Seorang penduduk memilah sampah di area kuburan Cina, Menteng Atas, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Harga tembaga, menurutnya, dapat mencapai sekitar Rp200 ribu per kilogram. Sementara botol plastik hanya dihargai sekitar Rp6.000 per kilogram. "Botol-botol sekilo Rp6.000. Satu karung lebih baru sekilo," katanya. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Seorang penduduk memilah sampah di area kuburan Cina, Menteng Atas, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Rendahnya nilai jual membikin para pekerja kudu mengumpulkan sampah dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahkan, Bude Wati menyebut penduduk memerlukan sekitar dua karung hasil pemilahan untuk mendapatkan duit nan cukup membeli beras. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Seorang penduduk memilah sampah di area kuburan Cina, Menteng Atas, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perubahan istilah dari pemulung menjadi pekerja pemilah sampah perlu diikuti dengan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan sosial. Pengakuan terhadap pekerjaan tersebut bukan hanya soal perubahan nama, tetapi juga memastikan mereka memperoleh penghasilan layak, agunan sosial, akses tempat tinggal, serta support pemerintah. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Seorang penduduk memilah sampah di area kuburan Cina, Menteng Atas, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Pemerintah sekarang mendorong formalisasi kompetensi pekerja pemilah sampah melalui SKKNI. Langkah tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi pengakuan nan lebih luas terhadap peran mereka sebagai bagian krusial dari sistem pengelolaan sampah nasional. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News