Ilustrasi(magnifik)
MASALAH pada gusi rupanya tidak hanya berangkaian dengan kesehatan mulut. Peradangan nan terjadi pada jaringan gusi sekarang semakin mendapat perhatian lantaran berpotensi mempunyai kaitan dengan kesehatan jantung dan pembuluh darah.
American Heart Association (AHA) dalam pernyataan ilmiah terbaru nan diterbitkan pada Desember 2025 menyebut semakin banyak bukti nan menunjukkan adanya hubungan antara penyakit periodontal alias penyakit gusi dengan peningkatan akibat beragam masalah kardiovaskular.
Kondisi nan dimaksud antara lain serangan jantung, stroke, fibrilasi atrium, kandas jantung, hingga penyakit arteri perifer. Meski demikian, AHA menegaskan bahwa hubungan tersebut belum dapat diartikan sebagai bukti bahwa penyakit gusi secara langsung menyebabkan penyakit jantung.
Berawal dari Gusi nan Mengalami Peradangan
Penyakit periodontal merupakan kondisi peradangan kronis pada jaringan nan menopang gigi. Tahap awalnya dikenal sebagai gingivitis, nan biasanya ditandai dengan gusi merah, bengkak, dan mudah berdarah.
Jika tidak ditangani, gingivitis dapat berkembang menjadi periodontitis. Pada tahap ini, gusi mulai menjauh dari gigi dan membentuk kantong mini nan dapat menjadi tempat berkumpulnya bakteri.
Seiring waktu, jangkitan tersebut dapat merusak jaringan dan tulang nan menopang gigi. Pada kondisi nan sudah parah, gigi apalagi dapat menjadi goyang dan akhirnya tanggal. AHA menyebut penyakit periodontal dialami lebih dari 40 persen orang dewasa di Amerika Serikat berumur di atas 30 tahun.
Artinya, persoalan gusi bukan sekadar urusan penampilan alias kesehatan gigi. Ada proses peradangan nan berjalan di dalam tubuh dan dapat menjadi perhatian andaikan terjadi secara terus-menerus.
Mengapa Gusi Bisa Berkaitan dengan Jantung?
Salah satu penjelasan nan mendapat perhatian adalah kemungkinan masuknya kuman dari jaringan gusi nan mengalami peradangan ke dalam aliran darah.
Andrew H. Tran, M.D., M.P.H., M.S., FAHA, nan menjadi ketua golongan penulis pernyataan ilmiah AHA, menjelaskan bahwa kesehatan mulut dan jantung mempunyai keterkaitan. Bakteri dari penyakit gusi dapat masuk ke aliran darah dan memicu peradangan nan berpotensi memengaruhi pembuluh darah.
Peradangan kronis sendiri merupakan salah satu proses nan berasosiasi dengan aterosklerosis, ialah kondisi ketika plak menumpuk di dalam tembok arteri.
Dalam pernyataannya, AHA menyebut terdapat beberapa kemungkinan jalur nan menghubungkan penyakit periodontal dengan penyakit kardiovaskular. Salah satunya melalui keberadaan kuman di dalam darah, sementara jalur lainnya berangkaian dengan peradangan sistemik nan berjalan dalam tubuh.
Bukan Berarti Gusi Berdarah Pasti Menyebabkan Serangan Jantung
Temuan tersebut penting, tetapi tidak boleh disalahartikan.
AHA menyebut sejumlah penelitian menemukan hubungan antara penyakit periodontal dengan peningkatan akibat serangan jantung, stroke, fibrilasi atrium, kandas jantung, penyakit arteri perifer, penyakit ginjal kronis, hingga kematian akibat penyakit jantung.
Namun, hubungan antara dua kondisi tidak selalu berfaedah salah satunya menjadi penyebab langsung kondisi lainnya.
Penyakit gusi dan penyakit kardiovaskular juga mempunyai sejumlah aspek akibat nan sama, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, obesitas, kebiasaan merokok, usia, serta kurangnya aktivitas fisik.
Karena itu, AHA menegaskan bahwa hubungan sebab-akibat antara penyakit periodontal dan penyakit kardiovaskular tetap belum dapat dipastikan. Penelitian jangka panjang dan uji klinis terkontrol tetap diperlukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pengobatan penyakit gusi terhadap perkembangan penyakit kardiovaskular.
Gusi Sehat Bukan Sekadar Soal Senyum
Meski belum dapat dikatakan sebagai penyebab langsung penyakit jantung, temuan tersebut menunjukkan pentingnya memperhatikan kesehatan mulut sebagai bagian dari kesehatan secara keseluruhan.
Menariknya, AHA juga mencatat sejumlah penelitian sebelumnya nan menemukan bahwa gelombang menyikat gigi lebih sering berangkaian dengan akibat aterosklerotik kardiovaskular 10 tahun nan lebih rendah. Dalam info nan dikutip AHA, akibat tersebut tercatat 13,7 persen pada orang nan menyikat gigi sekali sehari alias kurang, dibandingkan 7,35 persen pada mereka nan menyikat gigi tiga kali alias lebih dalam sehari.
Meski demikian, nomor tersebut merupakan temuan asosiasi dan bukan berfaedah semakin sering menyikat gigi secara otomatis bakal mencegah penyakit jantung.
Yang lebih krusial adalah menjadikan kebersihan mulut sebagai bagian dari kebiasaan hidup sehat.
Jangan Tunggu Gusi Bermasalah
Merawat kesehatan gusi sebenarnya dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Menyikat gigi secara rutin, membersihkan sela-sela gigi, dan melakukan pemeriksaan gigi secara berkala dapat membantu menjaga kesehatan mulut.
Bagi orang nan mempunyai aspek akibat penyakit kardiovaskular, perhatian terhadap kesehatan gusi menjadi semakin penting. AHA menyebut golongan dengan aspek akibat penyakit jantung dapat memperoleh faedah dari pemeriksaan gigi secara rutin dan perawatan periodontal nan tepat untuk membantu menangani peradangan kronis.
Pada akhirnya, gusi berdarah alias masalah gusi lainnya memang tidak bisa langsung dianggap sebagai tanda seseorang mengalami penyakit jantung. Namun, indikasi nan terus berulang juga sebaiknya tidak diabaikan.
Kesehatan mulut dan kesehatan tubuh rupanya tidak berdiri sendiri. Menjaga gigi dan gusi tetap sehat bukan hanya tentang mempertahankan senyum, tetapi juga menjadi salah satu bagian dari upaya menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Sumber: American Heart Association (AHA)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·