Pemkot Tangkap 38 Kg Ikan Sapu-sapu di Kali Cideng, Dikubur Jauh dari Permukiman

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Bangkai ikan sapu-sapu nan ditangkap dari Kali Cideng kemudian dikubur di Bantaran Kali Kanal Barat (BKB) Ciliwung, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2026). Foto: Dok. Dinas KPKP DKI Jakarta

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat berbareng Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta menangkap ikan sapu-sapu di Kali Cideng, Menteng, Jakarta Pusat.

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok mengatakan, penangkapan ikan sapu-sapu tersebut baru dilakukan di satu titik dengan hasil sementara mencapai 38 kilogram alias sebanyak 41 ekor.

“Sementara baru 38 kg (41 ekor) dan sudah dilakukan baru di 1 titik kemarin (Cideng),” ujarnya saat dikonfirmasi pada Senin (13/4).

Bangkai ikan sapu-sapu nan ditangkap dari Kali Cideng kemudian dikubur di Bantaran Kali Kanal Barat (BKB) Ciliwung, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2026). Foto: Dok. Dinas KPKP DKI Jakarta

Dalam aktivitas tersebut, Hasudungan menyebut, dinas campuran nan terdiri dari Dinas KPKP, Sumber Daya Air (SDA), Lingkungan Hidup (LH), serta dibantu petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) mengerahkan total sekitar 100 personel.

“KPKP, SDA, LH dan dibantu PPSU. Kurang lebih 100 orang, dari DKPKP 40 orang,” ujarnya.

Setelah ditangkap, buntang ikan nan telah dipastikan meninggal kemudian dikuburkan di bantaran Kali Kanal Barat (BKB) Ciliwung, Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Bangkai ikan sapu-sapu nan ditangkap dari Kali Cideng kemudian dikubur di Bantaran Kali Kanal Barat (BKB) Ciliwung, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2026). Foto: Dok. Dinas KPKP DKI Jakarta

“Betul (dikubur). Rencana awal di lahan milik DPKP ialah di Pusat Promosi Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan di wilayah Ciganjur tapi lantaran nan dapat hanya sedikit dikuburkan di letak terdekat ialah di dekat BKB,” jelasnya.

Ia menjelaskan, letak penguburan dipilih secara unik agar tidak menimbulkan akibat penyalahgunaan.

Bangkai ikan sapu-sapu nan ditangkap dari Kali Cideng kemudian dikubur di Bantaran Kali Kanal Barat (BKB) Ciliwung, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2026). Foto: Dok. Dinas KPKP DKI Jakarta

“Di letak nan representatif. Jangan terlalu dekat permukiman dan dipastikan tidak disalahgunakan oleh pihak nan tidak bertanggung jawab,” jelasnya.

Hasudungan menambahkan, pihaknya saat ini juga tengah mengumpulkan info untuk memperluas pembersihan ke titik lainnya di wilayah DKI Jakarta.

“Ini lagi kita kumpulkan info dari wilayah,” pungkasnya.

Bangkai ikan sapu-sapu nan ditangkap dari Kali Cideng kemudian dikubur di Bantaran Kali Kanal Barat (BKB) Ciliwung, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2026). Foto: Dok. Dinas KPKP DKI Jakarta

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung setuju dengan upaya pembersihan ikan sapu-sapu nan belakangan dilakukan secara masif di sejumlah wilayah Jakarta.

Pram mengaku memonitor langsung aktivitas penangkapan ikan tersebut nan dilakukan jejeran pemerintah kota berbareng petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).

"Yang pertama persoalan ikan sapu-sapu, terus terang saya mengikuti ketika di depan Grand Hyatt alias Plaza Indonesia, wali kota berbareng PPSU menangkap ikan sapu-sapu," kata Pramono saat menghadiri seremoni hari kedua Lebaran di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/4).

"Memang ikan ini adalah ikan nan migrasi dari Amerika Selatan, daya tahan tubuhnya luar biasa, dia bisa hidup makan apa saja. Tapi lantaran dia bisa makan apa saja, tentunya juga rawan kontaminasi dengan zat-zat sesuatu nan berbahaya," sambungnya.

Bangkai ikan sapu-sapu nan ditangkap dari Kali Cideng kemudian dikubur di Bantaran Kali Kanal Barat (BKB) Ciliwung, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2026). Foto: Dok. Dinas KPKP DKI Jakarta

Ia menilai keberadaan ikan sapu-sapu berpotensi mengganggu ekosistem perairan lantaran dapat menakut-nakuti kelangsungan ikan lokal.

"Maka saya menyetujui jika kemudian diadakan secara masif untuk menghilangkan alias mengurangi ikan sapu-sapu, lantaran jika dibiarkan, ikan-ikan nan lain seperti wader pasti bakal hilang," ucapnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan