Pemkot Makassar Tata TPA Tamangapa, Ada Ranch Sapi dan Sistem Air Lindi

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menata keberadaan sapi-sapi ternak nan selama ini berkeliaran di sekitar area Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang, Kecamatan Manggala, sejalan dengan pembenahan nan perlahan mengurangi timbunan sampah dan aroma menyengat.

Sejumlah sapi sekarang ditempatkan di area penangkaran sementara alias ranch nan disiapkan Pemkot Makassar. Penataan sapi menjadi salah satu bagian dari pembenahan menyeluruh TPA Tamangapa, agar ternak tidak kembali berkeliaran dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi) mengatakan, keberadaan ranch tersebut krusial untuk memastikan sapi mendapatkan pakan nan lebih terkontrol, serta mencegah ternak mengonsumsi sampah nan berisiko.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Makanya kita siapkan letak seperti kandang. Sampah organiknya hasil pemilahan sampah dari rumah penduduk dan pasar bisa menjadi pakan sapi," kata Appi, Kamis (17/9).

Lokasi TPA disebut menjadi bagian dari upaya melokalisasi ratusan sapi agar tidak lagi berkeliaran dan mengonsumsi sampah campuran di area timbunan.

Menurut Appi, penataan area gunungan sampah TPA tidak hanya berfaedah sebagai tempat pemeliharaan sapi, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi ruang transaksi ternak.

Dengan begitu, pemilik sapi tidak lagi kudu membawa ternaknya ke luar area untuk diperjualbelikan alias menjajakan di pinggir jalan.

"Di sini TPA dekat rumah pangkas hewan (RPH). Ini kelak bisa dijadikan ruang transaksi. Kalau mau beli sapi, transaksinya bisa di sini. Tinggal dilihat mana nan cocok," ujar Appi.

Appi berharap, pola nan dijalankan dapat memberikan untung nan lebih maksimal bagi para pemilik sapi. Sebab ketika ternak sudah ditempatkan secara terpusat, kebutuhan pakan dan pemeliharaan dapat dihitung serta dikelola dengan lebih baik.

Ia juga meminta agar kebutuhan pakan sapi dihitung secara jeli oleh pihak PD Pasar dan DLH, termasuk memastikan seluruh ternak nan tetap berkeliaran dapat secara berjenjang masuk ke area ranch, serta penggunaan material nan mudah dibersihkan di area pakan sapi.

"Dihitung betul-betul berapa pakan, berapa nan kudu disiapkan. Harus memastikan kebutuhan pakannya tercukupi ternak sapi setiap hari," tambah Appi.

Pemkot Makassar mendorong pengelolaan area TPA menuju sistem nan lebih tertata dan mengarah pada konsep sanitary landfill melalui pembenahan nan mencakup sistem pengelolaan air lindi.

Pengolahan air lindi bakal diperkuat oleh pemanfaatan teknologi EcoTru dan penambahan unit pengolahan, diikuti penataan saluran dan alur pengelolaan agar air lindi tidak meluap dan berpotensi masuk ke wilayah permukiman.

Di area timbunan, sejumlah pipa juga telah dipasang untuk mengalirkan dan mengelola gas metana nan dihasilkan dari proses pembusukan sampah.

Appi mengatakan, seluruh perubahan itu krusial dalam mengubah pola pengelolaan TPA, agar dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar dapat semakin dikendalikan.

"Dulu TPA itu identik dengan sampah berserakan. Sekarang sudah ada penataan. Pada saat pembuangan, air lindi kudu kita aman," katanya.

Menurutnya, pembenahan TPA tidak bisa hanya mengandalkan perbaikan di letak pembuangan akhir. Pengurangan beban TPA juga kudu dimulai dari sumbernya, ialah rumah tangga.

Karena itu, masyarakat diharapkan untuk mulai memilah sampah sejak dari rumah, terutama memisahkan sampah organik dan anorganik.

"Semakin sedikit sampah nan masuk ke TPA, semakin ringan pula beban sehingga kondisi TPA terlihat tertata," pungkas Appi.

(rea/rir)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional