Pemerintah pusat telah menyalurkan support anggaran awal sebesar Rp 44 miliar untuk membantu penanganan wilayah nan terdampak musibah gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Apabila kebutuhan di lapangan terus meningkat, anggaran tersebut dipastikan tetap dapat ditambah.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menjelaskan bahwa opsi penambahan alokasi biaya darurat tersebut nantinya bakal dilaporkan secara berkala kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Kita lihat nanti. Saya bilang ke Pak Bupati, pakai dulu itu. Nanti jika kurang, katakan ke kami, kelak kami laporkan ke Bapak Presiden. Nanti Presiden pasti bakal menyiapkan anggaran lebih untuk wilayah nan terkena musibah seperti ini,” ujar Purbaya dalam keterangan tertulis, Rabu (19/8).
Purbaya berkomitmen penuh bahwa support anggaran dari pemerintah pusat untuk mitigasi musibah di wilayah bakal diberikan secara elastis sesuai dengan tingkat kebutuhan riil, mulai dari fase tanggap darurat hingga tahapan pemulihan pascabencana. Saat ini, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan terus memantau ketat kondisi kesehatan fiskal pemerintah wilayah nan terdampak.
Langkah pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan pemda tetap mempunyai kapabilitas dan support pendanaan nan memadai dalam situasi krisis.
Meski konsentrasi utama pemerintah saat ini tetap diarahkan pada penanganan tanggap darurat di lapangan, kalkulasi kebutuhan anggaran untuk perbaikan prasarana dan pemulihan jangka panjang juga sudah mulai dikalkulasikan secara jeli berasas dinamika di lapangan.
“Di pusat mulai mengalkulasi perihal itu, dan sedang menyiapkan anggaran sesuai nan dibutuhkan, tentunya dengan persetujuan Bapak Presiden. Kita menunggu persetujuan Bapak Presiden,” terangnya.
Selain itu, Purbaya memastikan kesiapan alokasi anggaran unik untuk mendukung operasional Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) selalu tersedia sesuai dengan usulan dan kebutuhan penanganan darurat.
Di samping aspek pendanaan, dia menekankan pentingnya kecepatan dan ketepatan pengedaran bantuan, baik berupa peralatan logistik maupun support finansial langsung, guna menjamin seluruh kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi dengan baik.
“Yang paling krusial jika ada kebutuhan wilayah kudu lancar penyaluran barangnya dan dananya. Kita bakal mengecek terus,” tegasnya.
49 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·