Anggie Ariesta
, Jurnalis-Rabu, 19 Agustus 2026 |20:33 WIB

BI Tetapkan Satu Himbara Jadi Kliring Bank Renminbi, Ada Permintaan Rp713 Triliun (Foto: Dok Bank Indonesia)
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mendorong salah satu bank milik negara nan tergabung dalam Himbara untuk ditetapkan sebagai Renminbi Clearing Bank di Tanah Air. Langkah ini diambil untuk mendampingi Bank of China dalam memfasilitasi transaksi langsung mata duit Renminbi Tiongkok dan Rupiah secara efisien.
Deputi Gubernur BI Thomas Djiwandono mengonfirmasi bahwa bank sentral Tiongkok, People's Bank of China (PBoC) telah menetapkan bank perintis awal dan saat ini bank nasional dari golongan Himbara sedang menyelesaikan tahap administratif.
"PBoC sudah memastikan bahwa kliring bank nan pertama adalah Bank of China, tapi kami di Bank Indonesia mendorong suatu bank nasional dalam perihal ini Bank Himbara, saat ini sedang melalui proses manajemen jadi kelak bakal ada dua Kliring Bank Renminbi di Indonesia," ujar Thomas dalam konvensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur BI, Rabu (19/8/2026).
Operasional Renminbi Clearing Bank tersebut ditargetkan dapat terealisasi paling lambat pada kuartal IV-2026. Penunjukan ini merujuk pada Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) Nomor 24 Tahun 2026 nan diterbitkan BI pada 14 Agustus 2026 mengenai pemberian rekomendasi bank Appointed Cross Currency Dealer (ACCD).
Thomas menjelaskan bahwa keberadaan bank kliring nasional sangat krusial untuk menjamin kesiapan pasokan likuiditas Renminbi di pasar finansial dalam negeri, seiring melonjaknya aktivitas perdagangan serta investasi bilateral.
"Kliring Bank ini fungsinya adalah memastikan kesediaan likuiditas renminbi tersebut dan mendorong transaksi rupiah dengan renminbi," kata Thomas.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin finance lainnya
39 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·