Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi buka bunyi soal rencana pembangunan jalur dwi dobel alias double-double track (DDT) lintas Bekasi-Cikarang, di mana pembangunan ini bakal diprioritaskan setelah kejadian kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line relasi Kampung Bandan-Cikarang di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April lalu.
Dudy mengatakan pembangunan DDT Bekasi-Cikarang bakal di mulai pada 2027, sesuai dengan Rencana Strategis (Renstra) Perkeretapian Nasional 2027-2029.
"Pembangunan DDT Bekasi-Cikarang, Insya Allah bisa di mulai 2027, sesuai Reinstra Perkeretaapian 2027-2029, diharapkan selesai 2029," kata Dudy saat ditemui wartawan, Kamis (21/5/2026).
Terkait anggaran pembangunan DDT, pihaknya belum dapat mengatakannya. Namun, anggaran juga tetap sesuai dengan Renstra Perkeretaapian Nasional 2027-2029.
"Anggaran sudah masuk ke dalam Renstra ya, kelak tentunya kami bakal minta di anggarkan untuk 2027-2029," jelasnya.
Sebelumnya, Dudy mengatakan proyek DDT segmen Bekasi-Cikarang bakal diprioritaskan bagai bagian dari pertimbangan terjadinya kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur.
"Tentunya, sebagai bagian dari pertimbangan kami untuk double-double track itu ya," kata Dudy di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).
Ia menambahkan, proyek DDT segmen Bekasi-Cikarang bakal menjadi program berbareng elektrifikasi hingga Cikampek.
"Ini termasuk juga berangkaian dengan elektrifikasi, itu sudah merupakan bagian daripada pertimbangan kami terhadap jasa KAI, khususnya nan KRL," terangnya.
Saat ini jalur DDT nan sudah beraksi berada di segmen Jatinegara-Bekasi. Proyek ini sejatinya membentang dari Stasiun Manggarai hingga Cikarang. Saat ini, progres DDT Manggarai-Jatinegara tetap bersambung dengan pembangunan Manggarai Ultimate kembali dilanjutkan.
Sayangnya, pembangunan DDT segmen Bekasi-Cikarang tak kunjung di mulai, membikin perjalanan Bekasi-Cikarang sudah sangat padat lantaran kereta api jarak jauh (KAJJ) dan KRL tetap melintasi jalur nan sama, sehingga potensi akibat tetap tinggi.
Pada DDT segmen Jatinegara-Bekasi, perjalanan KAJJ dengan KRL sudah terpisah, sehingga akibat sudah mulai berkurang. Namun setelah Stasiun Bekasi, jalur KAJJ dan KRL kembali menyatu hingga Cikarang.
Adapun DDT segmen Jatinegara-Bekasi sudah dioperasikan secara bertahap, ialah segmen Jatinegara-Cakung nan resmi beraksi pada 12 April 2019 dan DDT Cakung-Bekasi mulai beraksi pada 17 Desember 2022.
(pgr/pgr)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·