Cikal Bintang
, Jurnalis-Rabu, 08 Juli 2026 |03:01 WIB

Bintang muda Persib dan Persija siap bercahaya di Piala Presiden 2026. (Foto: Okezone/Cikal Bintang)
JAKARTA - Dua talenta muda sepak bola Indonesia, Nazriel Alfaro dan Zahaby Gholy, menyambut antusias bergulirnya turnamen pramusim Piala Presiden 2026. Ajang jenis kedelapan ini dipandang sebagai kesempatan emas bagi para pesepakbola muda untuk memamerkan magis dan kualitas mereka sebelum genderang kejuaraan resmi ditabuh.
Nazriel nan memihak panji Persib Bandung serta Gholy nan berseragam Persija Jakarta sama-sama menggantungkan asa untuk meraup menit bermain nan lebih banyak. Keduanya mengakui bahwa kesempatan tampil pada gelaran Super League musim lampau tetap sangat terbatas, sehingga turnamen ini wajib dimaksimalkan dengan baik.
"Turnamen ini bisa menjadi tempat untuk bisa menambah menit bermain," kata Nazriel kepada awak media, termasuk Okezone di Senayan, Jakarta, dikutip Rabu (8/7/2026).
Pada kejuaraan Super League musim 2025-2026, Nazriel nan baru menginjak usia 18 tahun tercatat baru mengemas tiga penampilan berbareng Pangeran Biru. Ia masuk sebagai pemain pengganti kala Persib berjumpa Madura United, Borneo FC, dan Malut United, dengan akumulasi bermain selama 13 menit.
Di sisi lain, angan senada juga diapungkan oleh Gholy menjelang sepak mula Piala Presiden 2026. Pemain berbakat nan baru berumur 17 tahun tersebut apalagi sama sekali belum mencicipi caps debut berbareng tim senior Macan Kemayoran pada musim lalu.
Sepanjang musim 2025-2026, Gholy lebih banyak menghabiskan waktunya untuk mengasah keahlian berbareng Persija U-20 di pentas Elite Pro Academy (EPA). Bersama tim muda tersebut, dia tampil impresif dengan membukukan 22 penampilan dan menggelontorkan delapan gol.
Zahaby Gholy. (Foto: Instagram/gholyy.z)
"Ini jauh lebih baik juga buat para pemain muda dan bisa dikasih kesempatan bermain di Piala Presiden ini. Dan tentunya ini juga persiapan buat tim juga," ucap Gholy.
1. Sinyal Dukungan Pemain Senior
Apresiasi terhadap kembalinya turnamen ini juga disuarakan oleh penjaga gawang Persebaya Surabaya, Ernando Ari Sutaryadi. Ia menilai turnamen pramusim ini menjadi oase krusial bagi perkembangan pemain muda, terlebih setelah adanya penghapusan izin wajib memainkan pemain U-23 di kasta tertinggi liga domestik.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·