BPS Catat Angka Kelahiran Indonesia Turun, Perempuan Kini Rata-rata Punya 2 Anak

Sedang Trending 28 menit yang lalu
BPS Catat Angka Kelahiran Indonesia Turun, Perempuan Kini Rata-rata Punya 2 Anak. Foto: Hananeko_Studio/Shutterstock

Moms, rata-rata perempuan Indonesia sekarang diperkirakan mempunyai sekitar 2-3 anak sepanjang masa reproduksinya. Hal ini terlihat dari info terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 nan mencatat nomor kelahiran total alias Total Fertility Rate (TFR) Indonesia sebesar 2,13 anak per perempuan.

Angka tersebut semakin mendekati replacement level alias tingkat penggantian masyarakat sebesar 2,10 anak per perempuan. Lantas, apa makna nomor ini dan gimana gambaran kelahiran di Indonesia saat ini?

Rata-rata Perempuan Indonesia Melahirkan 2-3 Anak

TFR merupakan gambaran rata-rata jumlah anak nan diperkirakan bakal dilahirkan seorang wanita selama masa reproduksinya. Dengan TFR sebesar 2,13, rata-rata wanita Indonesia diperkirakan melahirkan sekitar 2-3 anak.

Ilustrasi family dua anak. Foto: Odua Images/Shutterstock

Angka ini sangat dekat dengan replacement level sebesar 2,10 anak per perempuan. Secara sederhana, replacement level merupakan tingkat kelahiran nan dibutuhkan agar suatu generasi dapat menggantikan generasi sebelumnya tanpa memperhitungkan adanya migrasi.

Angka Kelahiran Tidak Merata di Setiap Wilayah

Meski nomor fertilitas nasional semakin mendekati replacement level, kondisinya rupanya berbeda-beda di setiap daerah. BPS mencatat, DKI Jakarta mempunyai TFR terendah, ialah 1,79 anak per perempuan. Sebaliknya, Papua Pegunungan mempunyai TFR tertinggi sebesar 2,78 anak per perempuan. Sementara di tingkat kabupaten/kota, TFR berkisar antara 1,59 hingga 3,95 anak per perempuan.

Ilustrasi melahirkan. Foto: aslysun/Shuttterstock

Secara umum, sejumlah provinsi di Pulau Jawa mempunyai tingkat fertilitas nan lebih rendah, sementara beberapa wilayah di Maluku dan Papua tetap mencatat nomor fertilitas nan relatif lebih tinggi.

Puncak Kelahiran Terjadi pada Usia 25-29 Tahun

Selain itu, berasas golongan usia perempuan, puncak fertilitas di Indonesia berada pada rentang usia 25-29 tahun. Artinya, sebagian besar kelahiran terjadi ketika wanita berada pada usia dewasa muda.

Indikator fertilitas dalam SUPAS 2025 juga menunjukkan penggunaan kontrasepsi nan cukup tinggi. Sebanyak 62,56 persen wanita kawin berumur 15-49 tahun tercatat menggunakan perangkat alias langkah kontrasepsi, dengan 59,90 persen menggunakan metode modern. Metode nan paling banyak digunakan adalah suntik, ialah sebesar 31,11 persen, disusul pil, implan, dan IUD.

Ilustrasi family senang Foto: Shutterstock

Indonesia Mulai Menjadi Masyarakat Menua

Sementara itu, persentase masyarakat lanjut usia sekarang telah mencapai 11,97 persen, nan menandakan Indonesia telah memasuki fase ageing society alias masyarakat menua. Sementara itu, penyakit tidak menular sekarang menyumbang sekitar 85,19 persen dari seluruh kematian di Indonesia.

Di sisi lain, info SUPAS 2025 juga mencatat sebagian besar kematian bayi terjadi pada periode neonatal alias 28 hari pertama kehidupan. Disparitas antarwilayah pun tetap besar, terutama antara Pulau Jawa dan wilayah Papua, dengan akibat kematian bayi di beberapa provinsi Papua mencapai tiga hingga empat kali lebih tinggi dibandingkan provinsi dengan tingkat kematian terendah.

Data SUPAS 2025 menunjukkan bahwa rata-rata jumlah anak nan dimiliki wanita Indonesia sekarang semakin mendekati tingkat penggantian penduduk. Namun, perbedaan nomor kelahiran dan kondisi kesehatan ibu-anak antarwilayah tetap menjadi bagian krusial dari dinamika kependudukan Indonesia.

kumparan post embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan